Kondisi Dubes RI untuk Myanmar beserta Istri Mulai Membaik

Metro- 04-10-2022 13:15
Dubes RI untuk Myanmar Komjen Pol (P) Prof Iza Fadri beserta istri menjalani perawatan di ruangan Anyelir 1 Embun Pagi RSUP Dr M Djamil Padang, Selasa (4/10). (Dok : Istimewa)
Dubes RI untuk Myanmar Komjen Pol (P) Prof Iza Fadri beserta istri menjalani perawatan di ruangan Anyelir 1 Embun Pagi RSUP Dr M Djamil Padang, Selasa (4/10). (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - Duta Besar RI untuk Myanmar Komjen Pol (Purn) Prof Iza Fadri beserta istri pasca kecelakaan, masih menjalani perawatan intensif di ruangan Anyelir, Embun Pagi, RSUP M Djamil Padang.

Direncanakan tiga hari ke depan, dubes beserta istri akan menjalani operasi.

"Kondisi sekarang mulai membaik. Ini berkat layanan RSUP M Djamil. Kemarin pada saat datang sudah dilakukan tindakan sehingga kaki saya dislokasi sudah baik dan tidak terasa sakit lagi," kata Duta Besar RI untuk Myanmar, Komjen Pol (Purn) Prof Iza Fadri, kepada Arunala.com , di ruangan Anyelir 1 Embun Pagi RSUP Dr M Djamil Padang, Selasa (4/10).

Baca Juga

Ia mengatakan dirinya juga mengalami patah pada tangan kanan.

"Istri saya juga mengalami patah pada tangan kiri. Mungkin tiga hari lagi menjalani operasi," sebutnya.

Dari pemeriksaan dokter, tutur Prof Iza Fadri, kondisi kepala, badan dan internal tidak mengalami masalah. Cuma luka luar.

"Kenapa kaki dan tangan saya kena, karena nahan agar tidak melayang," ungkap Prof Iza Fadri.

Ia menegaskan pelayanan RSUP M Djamil sangat membantu dia dan istrinya.

"Saya datang ke sini, tim dokter langsung mengambil langkah-langkah preventif. Apalagi tindakan pertama itu menentukan dengan kondisi usia saya sudah 60 tahun," ucapnya.

Ia juga menjelaskan kedatangannya ke Sumbar sejak Sabtu (1/10) dalam rangka tugas.

Sebagaimana dirinya sebagai duta besar, kedatangannya ke Sumbar untuk diplomasi dan menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan.

"Karena kita mempunyai sekolah internasional di sana, sehingga kita mengirimkan mahasiswa Myanmar untuk mendapatkan pendidikan di Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas (Unand). Saat ini, UNP dan Unand sudah menerima 8 dan 9 mahasiswa Myanmar," ungkapnya.

Ia mengatakan nanti diharapkan,, mereka setelah kembali ke Myanmar, dapat menambah diplomasi Indonesia dengan Myanmar.

"Tak hanya UNP dan Unand, Universitas di Jambi juga melakukan hal sama menerima juga mahasiswa Myanmar," paparnya.

Prof Iza Fadri menyebutkan pada tanggal 3 Oktober, pihaknya melakukan MoU dengan Unand. Dilanjutkan evaluasi terhadap mahasiswa Myanmar tugas belajar di UNP.

"Pada tanggal 5 Oktober, kami rencananya melakukan MoU di Jambi. Karena waktu mepet tidak bisa naik pesawat, kami via darat menuju Jambi," tuturnya.

Namun takdir berkata lain. "Saya dan istri mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju Jambi," ungkap Prof Iza Fadri seraya mengatakan jika tidak terjadi kecelakaan, dia dan istrinya usai dari Jambi melanjutkan perjalanan ke Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan.

Ia berharap dengan kerja sama di bidang pendidikan ini, hubungan diplomasi Indonesia makin bagus."Dan kita bisa membantu rakyat Myanmar," harapnya.

Komentar