Pedagang Daging Sapi Segar Keluhkan Daging Beku

Metro- 05-10-2022 17:44
Daging sapi segar yang dijual salah satu pedagang di pasar satelit. (Foto : Fajril)
Daging sapi segar yang dijual salah satu pedagang di pasar satelit. (Foto : Fajril)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - Pedagang daging sapi segar di Kota Padang merasakan dampak maraknya peredaran daging beku yang beredar dengan harga murah.

Akibatnya, daya beli warga untuk daging segar lokal menurun, bahkan pedagang daging segar lokal mengakui alami kerugian.

"Ini sudah berlangsung sejak lama dan membuat semakin rumit dan susahnya kami sebagai pedagang daging," kata pedagang daging sapi segar di salah satu pasar satelit di Kota Padang, Andri, 39, kepada Arunala.com , Rabu (5/10).

Baca Juga

Para pemain daging beku ini, sebut Andri, telah menjalar ke sejumlah tempat makan di Padang. Pedagang daging segar tak berdaya dengan masuknya daging ini.

"Kami tahu karena ini daging resmi dari pemerintah atau Bulog, dan kita takkan mampu untuk menghambatnya. Namun, disesalkan itu daging beku yang dijual oleh distributor tak resmi," ungkapnya.

Ia meminta pemerintah kota melakukan pengawasan sekaligus penertiban terhadap peredaran daging beku yang diedarkan oleh distributor tidak resmi ini.

"Kan, pemerintah kota yang rugi. Yang jelas, retribusi melalui penyembelihan hewan di rumah pemotong hewan (RPH) tidak ada. Sementara kami pedagang daging sapi segar ini selalu membayar retribusi usai penyembelihan hewan di RPH," tuturnya.

Hal serupa juga disebutkan pedagang daging sapi segar lainnya, Doni, 35. Ia mengeluhkan mulai menurunnya pembeli.

Dia beranggapan, harga daging beku yang dijual lebih murah dari harga daging sapi segar yang dijualnya. Diketahui, harga daging sapi segar dijual dengan harga Rp 140.000 per kg.

"Dalam dua bulan terakhir, penjualan daging sapi potong segar, yang dijual mengalami penurunan mencapai 30 sampai 50 persen. Biasa konsumen saya membeli sampai 10 kg, tapi sekarang, rata-rata cuma 5 kg," ujarnya.

Ia meminta pemerintah kota melakukan pengawasan terhadap peredaran daging beku.

"Jika daging beku diedarkan Bulog, bagi kami tak masalah. Tapi, melalui distributor tak resmi yang mengedarkan daging beku menjadi masalah," pinta Doni.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat, ketika dihubungi Arunala.com mengakui peternak maupun pedagang daging sapi segar memang terdampak dengan daging beku ini. Dikarenakan harga yang lebih murah.

"Dinas Pertanian perannya menghasilkan daging segar. Sementara pengawasan peredaran daging beku ini lebih banyak perannya pada Dinas Perdagangan dan Dinas Pangan," tutur Syahrial Kamat.

Dari sisi retribusi daerah, sebut Syahrial Kamat, memberikan dampak dengan keberadaan daging beku tersebut. Pasalnya, pemotongan sapi tidak dilakukan di RPH Kota Padang.

"Ya jelas ada pengaruhnya. Sekitar 10 sampai 20 persen terjadi penurunan PAD kita dari RPH ," tegas Syahrial.

Komentar