Kemendikbud : Tidak Ada Rencana Peleburan Mata Pelajaran Agama

Edukasi-210 hit 18-06-2020 22:50
Ilustrasi : Tut Wuri Handayani
Ilustrasi : Tut Wuri Handayani

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Jakarta, Arunala - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menegaskan tidak ada rencana peleburan mata Pelajaran Agama dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Ini dilakukan Kemendikbud guna menepis isu yang beredar tentang akan dileburnya mataPendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) untukkelas 1--3 Sekolah Dasar (SD).

Penegasan sikap Kemendikbud ini disampaikanKabalitbangbuk Totok Suprayitno melalui siaran persnya di Jakarta, Kamis (18/06 ).

"Kemendikbud memang terus melakukan kajian terkait penyederhanaan kurikulum, tetapi belum ada keputusan apapun," tegas Totok.

Baca Juga

"Bahan diskusi terakhir yang disampaikan ke saya adalah susunan kelompok mata pelajaran tidak digabung seperti itu, tetapi tetap berdiri sendiri seperti yang berlaku saat ini," kata Totok lagi.

Sebelumnya, sebut dia, sempat beredar informasi di media sosial terkait materi diskusi mengenai penyederhanaan kurikulum. Berdasarkan informasi yang juga beredar di beberapa grup percakapan daring tersebut, tampak sebuah paparan usulan peleburan mata pelajaran Agama kelas 1--3 SD.

"Yang diramaikan itu adalah bahan diskusi awal internal di antara tim kerja kurikulum. Diskusi masih terus berlangsung dan saat ini belum ada keputusan apapun dari kementerian," tegas Totok.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Hamid Muhammad juga menegaskan bila sampai saat ini tidak ada rencana Kemendikbud melakukan penyederhanaan kurikulum dengan peleburan mata pelajaran Agama.

Menurutnya, pembahasan penyederhanaan kurikulum oleh Ditjen PAUD Dikdasmen, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pusat Kurikulum dan Perbukuan dilakukan agar pembelajaran berjalan lebih efektif.

"Pusat Kurikulum menyiapkan penyederhanaan kurikulum yang disertai penyusunan berbagai modul pendukungnya," pungkas Hamid. (rel)

Komentar