Bulan Cinta Laut di Kota Padang Kumpulkan 12 Ton Sampah

Metro- 27-10-2022 19:00
Wagub Sumbar Audy Joinaldy, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Resi Suriati, Kepala BPSPL Kota Padang Dr Rahmat Irfansyah dan mitra saat Puncak Acara Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut di Sumbar, di aula Kantor Dinas Kebudayaan Sumbar, kemarin. (Dok : Istimewa)
Wagub Sumbar Audy Joinaldy, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Resi Suriati, Kepala BPSPL Kota Padang Dr Rahmat Irfansyah dan mitra saat Puncak Acara Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut di Sumbar, di aula Kantor Dinas Kebudayaan Sumbar, kemarin. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - Kegiatan Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (BCL) di Kota Padang berhasil mengumpulkan 12 ton sampah selama kurang lebih 1 bulan yaitu sejak awal Oktober 2022.

Jumlah sampah yang diangkut kemungkinan terus bertambah mengingat gerakan nasional itu bakal berlangsung sampai akhir Oktober 2022.

Gerakan Nasional ini digagas Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono.

Baca Juga

"Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Gerakan Bulan Cinta Laut di Kota Padang. Kota ini salah satu kota terbaik dalam pelaksanaan BCL," kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, saat puncak acara Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut di Sumbar, di aula Kantor Dinas Kebudayaan Sumbar, Kamis (27/10).

Pada kesempatan itu, Wagub Sumbar didampingi Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Resi Suriati, Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Kota Padang Dr Rahmat Irfansyah, mengikuti puncak acara Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut di Nusa Dua, Badung, Bali, secara virtual.

Turut dihadiri Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono.

Pada puncak gerakan nasional ini di Sumbar, juga dilakukan Sosialisasi Kewirausahaan dan Akses Permodalan Nelayan, pengukuhan kelompok siswa peduli lingkungan bersih SMA/SMK se-Kota Padang, lomba nelayan pengumpul sampah terbanyak, lomba nelayan pengumpul sampah terbilang, lomba pelajar pengumpul sampah terbanyak dan kegiatan lomba lainnya.

Audy mengatakan laut Sumbar, bersih bukanlah isapan jempol belaka.

"Saya termasuk orang yang cinta laut. Saya pernah main jet ski sampai ke Mentawai. Di sepanjang perjalanan, saya menemukan lumba-lumba dan penyu. Ini menandakan laut di Sumbar masih bersih," ungkap Audy.

Pembersihan sampah sepanjang pantai di Kota Padang ini melibatkan ribuan nelayan dan pelajar SMA/SMK se-Kota Padang, serta TNI Angkatan Laut.

"Tak hanya pantai dan laut bersih, hal ini juga berdampak pada hasil tangkapan nelayan. Sedikit sampah yang tersangkut pada jaring nelayan ketika melakukan penangkapan ikan," tutur Audy.

Audy berharap gerakan nasional ini tidak berhenti disitu saja. Nelayan sebagai garda terdepan di laut, mengingatkan pengunjung maupun diri sendiri tidak membuang sampah ke laut. Tidak itu saja, membudayakan lingkungan bersih mulai sejak dini.

"Untuk itu, kami meminta Dinas Pendidikan Sumbar menginisiasi terbentuknya pejuang lingkungan di sekolah," pintanya.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Resi Suriati mengatakan Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar bersama sejumlah unit pelaksana Kementerian Kelautan RI di Padang mendukung gerakan nasional ini.

"Aksi Bulan Cinta Laut adalah gerakan bersama untuk menumbuhkan kesadaran seluruh nelayan untuk melawan sampah di laut.

Melalui Bulan Cinta Laut, pada satu bulan tertentu di masa sulit melaut (paceklik), nelayan melaut untuk mengumpulkan sampah di laut.

"Untuk mengapresiasi para nelayan tersebut, nantinya sampah yang diperoleh akan dihargai setara dengan harga per kilogram ikan terendah di daerah para nelayan ini dikerahkan untuk mengangkut sampah dari laut," ucap Resi.

Skema itu, merupakan wujud ekonomi sirkular yang saat ini menjadi prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

"Tak hanya melibatkan nelayan, juga pelajar SMA/SMK se-Kota Padang agar peduli kebersihan laut atau pantai," ucap Resi.

Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Kota Padang Dr Rahmat Irfansyah mengatakan pihaknya bersyukur gerakan nasional ini mendapat dukungan dari nelayan dan pelajar SMA/SMK se-Kota Padang.

"Termasuk berbagai pihak sponsor turut memberikan dukungan materil sehingga dapat memicu semangat nelayan dan pelajar untuk terus mencintai laut," harap Rahmat.

Rahmat menegaskan pihaknya bakal konsisten menggelar aksi bersih-bersih sampah laut tersebut. Para nelayan ini didampingi penyuluh perikanan terus berperan aktif menjaga kebersihan laut.

"Bulan Cinta Laut mengaktivasi nelayan untuk berperan aktif menjaga laut tetap sehat dengan mengambil sampah di laut," tuturnya.

Komentar