Warga Kompleks Inginkan Suwirpen jadi Anggota DPR RI

Metro- 30-10-2022 10:01
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib saat lakukan reses pada masyarakat yang ada di Kompleks Wisma Indah VI/Astek Balai Baru Kuranji Padang, Sabtu malam (29/10). (Foto : Arzil)
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib saat lakukan reses pada masyarakat yang ada di Kompleks Wisma Indah VI/Astek Balai Baru Kuranji Padang, Sabtu malam (29/10). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala.com - Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib adakan reses ke daerah pemilihannya (Dapil) Sumbar 1 yakni Kota Padang, tepatnya di kompleks perumahan Wisma Indah (Astek) Balai Baru, Kuranji, Kota Padang, Sabtu malam (29/10).

Dalam kegiatan reses malam itu, masyarakat setempat juga dihibur dengan permainan KIM yang menyediakan berbagai hadiah bagi pemenang.

Seiring kegiatan ini, berbagai harapan diungkapkan tokoh masyarakat setempat, tidak terkecuali meminta agar Suwirpen Suib pada pileg 2024 mendatang bisa mencalonkan diri ke Senayan dan terpilih jadi anggota DPR RI.

Baca Juga

Ketua RT 04/RW 07 Kompleks Wisma Indah VI/Astek Balai Baru Padang, Zaimul Bakri menyampaikan, reses yang diadakan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib di kompleksnya berangkat dari apresiasi warga di kompleks setempat atas berbagai perhatian yang telah diberikan Suwirpen Suib pada mereka.

"Program yang diberikan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib ini sangat membantu kami di komplek perumahan Wisma Indah/Astek Balai Baru ini. Karena jalan lingkungan di kompleks ini sudah bagus," kata Zaimul.

Meski begitu, dirinya mewakili warga setempat, masih mengharapkan agar Suwirpen tetap berikan perhatian melalui pokirnya di kompleks tersebut.

"Sebab masih ada beberapa ruas jalan di kompleks ini yang masih butuh perbaikan. Pasalnya dana pokir yang sebelumnya sudah dialokasikan Pak Suwirpen untuk kompleks ini sebesar Rp400 juta, nyatanya dipangkas sebesar Rp200 juga karena pandemi Covid-19. Jadi kami disini berharap di tahun depan ada lagi dana pokir Pak Suwirpen bagi kelanjutan pembangunan jalan di kompleks kami ini," tukas Zaimul lagi.

Tokoh masyarakat setempat, Herman Lubis menambahkan, Wisma Indah VI/Astek ini terbagi dalam dua kelurahan yakni Gunung Sarik dan Kalumbuk.

"Meski berada dalam dua kelurahan, nyatanya hal ini tidak dipermasalahkan oleh Pak Suwirpen dalam mengucurkan dana pokirnya. Saya rasa, beliau melihat kendari kompleks ini berada dalam dua kelurahan, tidak jadi soal ada karena dana pokir yang diberikan Wakil Ketua DPRD Sumbar ini semata-mata untuk pembangunan bagi masyarakat," ucap Herman Lubis.

Dia menjelaskan, dana pokir yang sudah dikucurkan itu digunakan untuk membantu masjid di kompleks sebesar Rp50 juta.

Lalu ada sembako murah bagi 129 kepala keluarga (KK), dan ada juga bantuan pembangunan jalan kompleks.

Selain itu, Herman Lubis juga sampaikan agar Wakil Ketua DPRD Sumbar ini bisa berikan solusi terhadap kelangkaan BBM jenis Solar yang kini mulai lagi terjadi.

Kemudian dirinya juga meminta agar tahun depan ada dana pokir dari Suwirpen ini untuk kelanjutan pembangunan jalan kompleks, pembangunan hall bulu tangkis, pos ronda dan bantuan ambulance.

Mendapati aspirasi warga ini, Suwirpen menjelaskan dirinya akan berusaha untuk memenuhi hal tersebut.

Terkait persoalan kelangkaan Solar, Suwirpen menyebutkan akan membahas persoalan ini di internal dewan bersama dengan komisi terkait agar ada solusinya.

"Menyangkut permintaan warga, soal jalan dan sembako murah, Insya Allah akan saya usahakan ada di pokir tahun depan, hanya untuk ambulance, ada beberapa pihak lain yang bisa membantu misalnya melalui dana CSR BUMN," kata Suwirpen.

Suwirpen juga menyampaikan soal kesehatan, dimana saat ini adanya 270 orang lebih warga yang tercatat alami gangguan ginjal akut dan hampir separoh dari mereka itu meninggal.

Fenomena gagal ginjal akut, menurut Suwirpen, mesti mendapatkan perhatian dari semua pihak, sehingga bisa diambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi hal yang lebih buruk.

Kepada warga kompleks itu, Suwirpen mengimbau agar tidak mengambil risiko mengkonsumsi obat-obatan jenis sirup untuk anak-anak mereka dalam sementara waktu ini.

Suwirpen juga jelaskan ciri-ciri sementara gejala gangguan ginjal akut terhadap anak diantaranya pilek, batuk dan lainnya.

"Kalau ada indikasi seperti itu orang tua segera membawa anak atau cucu mereka ke dokter untuk lakukan pemeriksaan," pungkas Suwirpen.

Komentar