Bersama GoFood, Saling Support dalam Kemajuan Usaha

Metro- 30-10-2022 15:58
Mitra Gojek menerima bungkusan makanan yang dipesan dari karyawan Malabar Arham Jalan Mahakam kawasan GOR H Agus Salim Kota Padang, Sabtu (29/10). (Foto : Fajril)
Mitra Gojek menerima bungkusan makanan yang dipesan dari karyawan Malabar Arham Jalan Mahakam kawasan GOR H Agus Salim Kota Padang, Sabtu (29/10). (Foto : Fajril)

Penulis: Fajril

Menu restoran ini mengadopsi menu khas India. Mulai martabak telur, martabak malabar, martabak malabar spesial, martabak istambul, martabak mesir, sup daging sapi, sup daging kambing, kare, roti canai, nasi goreng, roti planta, tampal. Dan, juga tersedia berbagai minuman enak. Di restoran ini, mampu membuat lidah Anda bergoyang karena kelezatannya.

Fajril — Padang

Restoran tersebut bernama Malabar Arham. Berdiri sejak tahun tahun 2004, restoran Malabar Arham mampu bersaing dengan restoran-restoran lain di Kota Padang. Pertama kali buka di Jalan M Thamrin, Kota Padang, kini telah melebarkan sayap di sejumlah lokasi di Kota Padang.

Baca Juga

Salah satunya, Malabar Arham, Jalan Mahakam kawasan GOR H Agus Salim, Kota Padang yang berdiri sejak tahun 2019. Cabang ini dibuka setelah cabang Bandarpurus.

"Sudah tiga tahun, Malabar Arham buka di Jalan Mahakam kawasan GOR H Agus Salim Kota Padang. Manis dan pahit telah kami lalui dalam menjalankan usaha ini," kata pengelola Malabar Arham Jalan Mahakam kawasan GOR H Agus Salim Kota Padang, Adib Arham, kepada Arunala.com , Rabu (26/10) lalu.

Adib pun menceritakan asal mula nama Malabar Arham ini. Kata Malabar ini merupakan wilayah di India bagian Selatan yang merupakan kampung kakek dari orang tua ayahnya.

Sementara nama Arham berasal dari gabungan nama orang tuanya. Yakni Abdul Razak dan Hamidah.

"Itulah sebenarnya asal usul dari nama restoran Malabar Arham ini," ungkap Adib.

Restoran Malabar Arham Jalan Mahakam buka sekitar pukul 15.00 WIB hingga 23:30 WIB, kecuali hari Selasa tutup. Setiap hari saat mulai buka sampai tutup, semua juru masak bekerja tanpa henti.

Begitu pula dengan para pelayan resto. Dengan keuletannya mereka terampil memasak martabak step by step sampai pada kematangan yang tepat.

Setelah dimasak, martabak tersebut segera didistribusikan. Baik kepada pelanggan yang sudah menunggu di tempat duduk masing-masing maupun pesanan.

Restoran Malabar Arham ini, sebut Adib, memang beda dibanding restoran lain.

Pasalnya, resep masakan di restoran ini murni resep keluarga. Didominasi bumbu India asli.

Untuk menu makanan sendiri berbauran dengan makanan Malaysia, Indonesia dan India.

"Dan, beberapa menu yang dibuat mendekati Timur Tengah, seperti martabak istambul," ujarnya.

Ia menuturkan juru masak di Malabar Arham tinggal mengolah bahan setengah jadi.

"Seluruh menu yang disajikan telah dibuatkan master resep. Juru masak hanya tinggal melanjutkan memasaknya. Misalnya, ketika memasak nasi goreng. Master resepnya sudah ada tinggal memasaknya hingga menjadi nasi goreng. Begitu juga menu makanan lainnya," papar Adib.

Menu spesial di restoran ini yaitu martabak malabar. Sebenarnya tampilan martabak ini sama seperti martabak telur lain. Akan tetapi bumbu atau kualitas rasanya berbeda, bumbu rempahnya lebih kuat, kulitnya lebih tebal dan dagingnya lebih banyak.

Seporsi martabak biasanya disajikan dengan semangkuk kecil cuka. Cuka tersebut juga dibumbui sedemikian rupa, sehingga menambah lengkap rasa martabak malabar. Jika sudah satu gigitan, takkan ingin berhenti.

"Untuk harga menu makanan maupun minuman terjangkau. Di restoran ini sudah ada label harga dari setiap menu. Restoran ini juga terdaftar sebagai kemitraan Gojek dalam layanan GoFood. Jika para pelanggan tidak sempat ke resto, bisa pesan melalui GoFood," ajaknya seraya mengatakan kemitraan dengan Gojek terjalin sejak restoran ini dibuka.

Pandemi, GoFood membantu Adib mengungkapkan saat pertama buka, pemilihan presiden, hingga akhir tahun 2019 terjadi peningkatan transaksi penjualan.

"Memang saya akui waktu itu, traffic penjualan di restoran ini terjadi peningkatan," ungkapnya.

Ini dikarenakan, sebut Adib, pelanggan merasa nyaman dengan tempat lapang, parkir kendaraan luas, serta makanan disajikan fresh dan hangat. Termasuk keramahan karyawan yang melayani.

"Kondisi demikianlah membuat traffic penjualan meningkat kala itu," ucapnya.

Baru buka hampir setahun, Covid-19 melanda Indonesia khususnya Kota Padang tahun 2020. Restoran ini pun terkena dampak.

"Covid-19 memberikan dampak bagi restoran ini. Hampir dua bulan kami tidak beroperasional. Jadi, karyawan dirumahkan dan sebagian lagi diakali agar bisa bekerja dengan disubtitusi ke cabang lain," ungkap Adib.

Adib menceritakan restoran ini buka kembali pasca-adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di mana, pelanggan harus pakai masker, jaga jarak, pengecekan suhu tubuh dan cuci tangan.

Kondisi demikian, praktis pelanggan lebih memilih di rumahnya masing-masing, ketimbang berkumpul di restoran.

"Mereka khawatir wabah Covid-19 dapat menular saat berada di luar rumah. Apalagi, aplikasi daring memudahkan pelanggan mencari restoran ini. Di sanalah, peran mitra Gojek menolong di kala PSBB," ucapnya.

Menggunakan aplikasi GoFood, sebut Adib, para pelanggan dapat dengan mudah menemukan restoran ini dengan mengetikkan "Restoran Malabar Arham, Mahakam".

Sejumlah menu kemudian tertera saat menekan nama restoran, bersama harga-harganya yang terjangkau.

"Sebetulnya pada saat pandemi itu, omset turunnya. Tapi, Alhamdulillah, kebantu dengan adanya transaksi online, terutama dari GoFood," ujarnya.

Hingga kondisi saat ini, kata Adib, transaksi penjualan di restoran ini fluktuatif. Bukan lagi dikarenakan Covid-19, tapi kondisi perekonomian belum membaik.

"Kondisi saat ini fluktuatif. Karena kami memaklumi dengan keadaan saat ini yang belum membaik. Weekend (Sabtu dan Minggu) membantu transaksi penjualan," ucapnya.

Secara merchant, sebut Adib, untuk transaksi penjualan melalui GoFood berpengaruh sedikit dengan makan di tempat (dine in).

"Arti kata, jika dine in-nya bagus maka akan berdampak bagus juga pada transaksi mitra Gojek. Begitu juga sebaliknya," tutur Adib.

Makanan Fresh dan Hangat Bagaimana dengan alur pesanan secara GoFood? Ia mengatakan setiap pesanan GoFood masuk, bukan berarti mitra Gojek datang dan bisa langsung ambil pesanan sesuai dipesan.

"Akan tetapi, setelah mitra Gojek datang dan menginformasikan pesanan ke kasir, baru pesanan yang dipesan dimasak. Dan, mitra Gojek pun menunggu antrean sama dengan pelanggan yang memesan langsung," ucap Adib.

Adib menegaskan restoran ini tidak menyediakan makanan ready stock. Akan tetapi, makanan yang fresh dan hangat waktu dipesan.

"Ini sebagai bentuk komitmen kami memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan," ujarnya.

Dalam pengolahan makanan itu, sebut Adib, jika pesanan berupa sup sudah ready dan tinggal dibungkus. Untuk pesanan nasi goreng tidak membutuhkan waktu lama menunggu.

Pasalnya, juru masak tinggal mengolah barang setengah jadi. Beda halnya dengan pesanan martabak.

"Untuk pesanan martabak, membutuhkan waktu 10 menit untuk memasaknya. Dan, sistemnya antrean sesuai pesanan dari pelanggan yang masuk," tutur Adib seraya mengatakan SOP sama juga diberlakukan pada pesanan minuman.

Setelah siap dimasak, Adib mengatakan pihaknya akan mengkroscek kembali pesanan pelanggan tersebut. Jika sudah sesuai, pesanan diberikan ke mitra Gojek.

"Bukan tanggung jawab kami saja, para mitra Gojek pun melakukan hal sama," ungkapnya.

Bahkan pihaknya mengingatkan mitra Gojek melalui pengumuman yang ditempel di dinding.

"Mohon kerja sama mitra Gojek saling mengecek kembali pesanan dari pelanggan. Ini kami lakukan karena protek terakhir memang berada pada mitra Gojek. Jika ada filter terakhir dari mitra Gojek kan lebih bagus," tegas Adib.

Hingga kini, sebut Adib, kemitraan dengan Gojek cukup baik. Mereka menginformasikan produk knowledge tersampaikan dengan baik dan mudah dipahami.

"Terpenting, kita saling support dalam kemajuan usaha ini," harap Adib.

Keberlangsungan Bisnis UMKM

Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo mengatakan, guna memastikan keberlangsungan bisnis UMKM, Gojek melakukan berbagai program promosi untuk memaksimalkan pendapatan pelaku UMKM.

Adapun langkah yang diambil, diantaranya dengan meringankan beban biaya operasional melalui bantuan bahan pokok dan paket sanitasi keamanan makanan di gerai, serta menjaga volume transaksi dengan inovasi baru.

Satu diantara inovasi baru itu melalui gerakan dukung produk lokal #BanggaBuatanIndonesia.

"Terkait inisiatif Gojek lainnya, pada beberapa prinsip kaidah eksekusi kami. Adapun kaidah itu yakni inklusivitas, pemetaan penerimaan berbasis data, dan program dirancang berdasarkan pendekatan ekonomi sirkular," terang Andre dikutip dari laman gojek.com.

Ia mengatakan, untuk inklusivitas ini, pihaknya akan benar-benar memastikan, bahwa bantuan tepat guna dan menyasar kelompok yang terkadang terlupakan—seperti perempuan pekerja harian yang termarjinalkan, dan kelompok pekerja harian yang menyandang disabilitas.

"Gojek bekerjasama dengan sejumlah LSM dalam penyaluran bantuan. Kami juga melibatkan GoTroops (sebutan untuk karyawan Gojek) di setiap kota dalam melaksanakan kegiatan penggalangan dana," katanya.

Kemudian untuk pemetaan penerimaan berbasis data, Gojek mengadakan survei untuk mengerti kebutuhan para mitra dan UMKM. Sehingga bantuan dapat berguna dalam keberlangsungan hidup mereka.

Terakhir, menyangkut program yang dirancang berdasarkan pendekatan ekonomi sirkular, ia mengatakan, bahwa program ini bertujuan untuk membangkitkan roda ekonomi mitra driver dan UMKM.

"Misalnya, dalam program distribusi voucher makanan hemat dan sehat, kami menyalurkan voucher kepada mitra driver yang dibeli dari mitra UMKM GoFood yang kebanyakan adalah warung dan warteg," tuturnya. (*)

Komentar