Bawaslu Harapkan Spirit Pengawas Demokrasi melalui SKPP

Metro- 06-11-2022 06:49
Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty/ bersama ketua Bawaslu Sumbar Alni menabuh gendang tanda dimulainya SKPP 2022 secara nasional di Padang, Sabtu (5/11). (Foto : Arzil)
Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty/ bersama ketua Bawaslu Sumbar Alni menabuh gendang tanda dimulainya SKPP 2022 secara nasional di Padang, Sabtu (5/11). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala.com - Kota Padang jadi tepat kick off kegiatan nasional pendidikan pengawas partisipatif 2022 yang diadakan Bawaslu RI.

Kick off yang diadakan di salah satu hotel di Kota Padang, Sabtu (5/11) yang dibuka anggota Bawaslu RI, Lolly Suherty ini juga disiarkan secara daring dan live streaming"Kick off pendidikan pengawas partisipatif 2022 kali ini digelar di 17 titik, dan Kota Padang menjadi tempat pusat kegiatan," kata Lolly.

Ada tiga poin penting disampaikan Lolly dalam acara itu, yakni pertama alasan Bawaslu RI adakan kick off ini di Padang.

Baca Juga

Kedua, menyangkut cikal bakal lahirnya sekolah kader pengawas partisipatif (SKPP) ini, dan poin ketiga yakni menyangkut tema kick off SKPP kali ini.

Lolly memaparkan, hal pertama yakni alasan Kota Padang dipilih pelaksanaan kick off SKPP kali ini, karena ranah Minang mempunyai sistem kekerabatan sosial yang dikenal dengan matrilineal.

"Dimana salah satu makna dari sistem matrilineal ini bahwa perempuan dan laki-laki harus saling dukung dalam aspek penegakkan demokrasi, dan ranah minang bicara soal itu," kata Lolly.

Jadi lanjutnya, pemilihan apa saja bagi Bawaslu, yang terpenting adalah spirit bagaimana suatu pemilihan itu bisa diawasi secara baik serta demokratis.

Hal kedua terang Lolly yakni dengan jalan panjang yang dibuat bawaslu untuk pengawas partisipatif ini. Itu diawali dengan gerakkan 1 juta relawan, target saat itu membuat publik agar tahu bagaimana sistem pengawasan pada pemilu yang dilakukan Bawaslu.

Seiring waktu, lanjut dia, Bawaslu kemudian memperbaikinya pada 2019, dengan nama kader pengawasan partisipatif yang ini jadi simpul bagi pengawasan demokrasi.

"Lalu pada tahun 2022 ini muncul kesadaran baru untuk memperkuat simpul, agar bergerak. Dan salah satunya dengan nama sekolah kader pengawas partisipatif (SKPP)," tukas Lolly.

Hal ketiga dengan kick off ini, karena temanya "Perempuan Berdaya Mengawasi", bagi Bawaslu bicara tentang perempuan maka bicara prespektif, bukan cuma bicara gender saja.

"Inilah sebagai bentuk intervensi Bawaslu di bidang pengawasan," kata Lolly.

Sedangkan ketua Bawaslu Sumbar Alni, menyebutkan, kick off ini bagian terpenting dari pengawasan partisipatif.

"Ini jadi awal program pendidikan bagi peserta SKPP dalam upaya penegakan demokrasi. Apalagi ini terkait pemberdayaan perempuan," kata Alni.

Keberadaan perempuan, sebut dia, jadi perhatian penting bagi Bawaslu Sumbar, karena 16 orang anggota Bawaslu kabupaten kota di Sumbar adalah perempuan.

Menyinggung konsep pendidikan pendidikan pengawasan partisipatif yang diadakan Bawaslu, jelas Alni, tentu akan jadi pendulum dalam proses pengawasan pemilu.

"Kegiatan SKPP ini akan kami dukung secara maksimal," kata Alni.

Komentar