Webinar KPU Sumbar Sempat Diretas

Metro-236 hit 22-06-2020 17:13
Suasana Webinar KPU Sumbar sesaat sebelum jaringan ini sempat diretashacker beberapa menit, Senin (22/6). (Foto : Can)
Suasana Webinar KPU Sumbar sesaat sebelum jaringan ini sempat diretashacker beberapa menit, Senin (22/6). (Foto : Can)

Penulis: Can | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) No 5 Tahun 2020 yang digelar KPU Sumatera Barat (Sumbar), Senin (22/6) diwarnai insiden zoombombing atau istilah lainnya diretas oleh pihak yang tidak berwenang, saat sesi tanya jawab dengan peserta sosialisasi menggunakan aplikasi zoom cloud meeting itu.

Sosialisasi virtual yang mengangkat tema "Sosialisasi PKPU No 5 Tahun 2020 " tersebut tiba-tiba layar tampilannya berganti menjadi gambar yang tidak pantas dan juga diselingi dengan kata-kata jorok.

Sontak, sosialisasi yang dihadiri perwakilan partai politik, perwakilan Pemprov, Kapolda Sumbar dan Forkopimda Sumbar serta jurnalis cetak, siber dan elektronik itu menjadi riuh.

Baca Juga

Diretasnya ini terjadi Senin (22/6) sekitar pukul 12.27 dan berlangsung sekitar lima menit lebih, hacker sempat menguasai forum sosialisasi secara virtual itu, dan dengan terpaksa sosialisasi tersebut dihentikan.

Hostzoom meeting KPU Sumbar, Kabag Teknis dan Hukmas KPU Sumbar, Aan Wuryanto mengakui, link sosialisasi itu memang disebar melalui platform media sosial lainnya yang dikelola KPU Sumbar. Tujuannya, agar lanjutan tahapan sosialisasi ini bisa diikuti berbagai lapisan masyarakat.

"Kami mohon maaf pada peserta sosialisasi dan masyarakat Sumbar secara umum," ungkap Aan Wuryanto saat memberikan klarifikasi.

Ucapan permintaan maaf, juga disampaikan Komisioner KPU Sumbar, Izwaryani, sebab saat ia tengah menjelaskan beberapa pertanyaan dari peserta sosialisasi, namun disaat tersebut zoombombing terjadi.

"Kami mohon maaf pada bapak ibu semua atas ketidaknyamanan ini," katanya.

Sementara itu, Heru Candriko salah seorang peserta sosialisasi, saat situasi sudah terkendali mengatakan kejadian ini bisa terjadi disebabkan banyak faktor.

"Banyak faktor yang bisa menyebabkan hal tersebut terjadi terkait dengan tingkat keamanan (security) jaringan yang tak begitu diperhatikan penyelenggara, juga bisa disebabkan faktor tautan (link) yang disebar secara bebas serta faktor lainnya," kata Heru.

Komentar