Tiga Tewas Pascalongsor di Kabupaten Pesisir Barat

Metro- 14-11-2022 10:26
Tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, relawan bersama beberapa warga mencari korban yang tertimbun longsor di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Minggu (13/11). (Dok : Istimewa)
Tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, relawan bersama beberapa warga mencari korban yang tertimbun longsor di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Minggu (13/11). (Dok : Istimewa)

Penulis: Derizon Yazid

Lampung, Arunala.com - Tiga orang warga Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, tewas setelah terdampak tanah longsor yang terjadi pada Minggu (13/11) pagi hari pukul 07.00 WIB.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. dalam siaran pers menyebutkan, para korban meninggal setelah tertimbun material longsor yang juga menyebabkan kediamannya yang berada di lereng perbukitan dengan ketinggian 3 meter itu rata dengan tanah.

"Jasad pada korban tersebut ditemukan pada pukul 09.20 WIB oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Pesisir Barat, Basarnas, TNI, Polri, relawan bersama beberapa warga setempat," ucap dia.

Baca Juga

Menurutnya, berdasarkan hasil kaji cepat sementara, peristiwa tanah longsor itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam durasi yang cukup lama sejak malam hingga pagi hari.

Kondisi tanah yang gembur dan labil menjadi faktor lain sehingga turut memicu terjadinya tanah longsor.

"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Lampung hingga Selasa (15/11), sesuai prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)," jelas dia.

Sebagai antisipasi, maka BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Di samping itu, pemerintah daerah agar memastikan kesiapan alat, perangkat dan personel untuk menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang menurut BMKG masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan," pungkas Abdulah Muhari

Lebih lanjut, BNPB meminta agar seluruh unsur Forkopimda melakukan upaya perbaikan tata kelola lingkungan sehingga bencana seperti banjir, banjir bandang hingga tanah longsor tidak terjadi ke dua kalinya.

"Upaya seperti monitoring lereng tebing, khususnya yang berada di wilayah pedesaan dan permukiman padat penduduk agar dilakukan secara berkala," jelas dia.

Abdullah Muhari menambahkan, khusus bagi masyarakat, apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maupun di lereng tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.

"Pastikan memperoleh perkembangan informasi terkait peringatan dini cuaca dari BMKG dan informasi mengenai penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, TNI, Polri dan lintas instansi lainnya," imbuhnya. (*)

Komentar