Tiga Pemancing yang Hilang masih Dicari

Metro-292 hit 24-06-2020 17:00
Dokkes Polda Sumbar mengambil sampel DNA dari keluarga pemancing yang hilang pasca-karamnya kapal pemancing itu, Rabu (24/6). (Foto : Dyz)
Dokkes Polda Sumbar mengambil sampel DNA dari keluarga pemancing yang hilang pasca-karamnya kapal pemancing itu, Rabu (24/6). (Foto : Dyz)

Penulis: Darizon Y | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Memasuki hari ketiga pasca-karamnya kapal pemancing KMA di perairan Kota Padang, nasib tiga orang dari penumpang kapal yang hilang belum juga diketahui.

Tiga korban yang masih dicari itu yakni Yudi Trianda (30), Ridwan Gazali (60) dan Sandri Hadiatul Khair (36)

Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto juga menyampaikan hingga saat ini tiga pemancing kapal tenggelam belum juga ditemukan tim SAR gabung.

Baca Juga

"Hingga saat ini tim SAR gabungan dibantu nelayan terus mencari tiga orang pemancing yang menjadi korban kapal tenggelam dihantam ombak disertai angin kencang pada Minggu (21/6) lalu," ucap Kapolda Irjen Pol Toni.

Melihat belum ditemukannya tiga penumpang kapal itu, pihak Polda Sumbar kemudian melakukan tes DNA pada keluarga masing-masing dari tiga orang pemancing yang masih dicari itu.

Tujuan pengambilan sampel DNA, sebut Kapolda, untuk memudahkan mengidentifikasi korban jika mereka ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

"Dengan adanya sampel DNA dari masing-masing pihak keluarga korban yang hilang itu, nantinya akan memudahkan tugas kepolisian melakukan identifikasi korban melalui pencocokan golongan darah, ataupun pakaian yang digunakan korban," sebut Toni Harmanto.

Sementara Kabid Dokkes Polda Sumbar, Kombes Pol dr Sucipto menyebutkan, pihak Dokkes Polda Sumbar sudah menurunkan sejumlah tenaga medis untuk melakukan tes DNA pada keluarga korban dari kapal tenggelam itu.

"Tes DNA dilakukan Biddokes Polda Sumbar guna antisipasi saja bila korban tenggelam ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan wajah sulit untuk dikenali," jelas Sucipto.

Dirpolairud Polda Sumbar, Kombes SM Hasibuan menyebutkan, kejadian tenggelamnya kapal pemancing itu terjadi Minggu, (21/6) lalu.

"Di kapal itu ada sekitar 17 orang pemancing yang memancing di perairan Gosong Gadang Kota Padang. Karena mesin kapal mengalami macet, salah seorang dari mereka meminta kapal bantuan untuk menjemput," terang Hasibuan.

Kapal penjemput berisikan tiga kru pun datang. Kemudian dipindahkan 10 orang pemancing ke kapal bantuan tersebut. Sisanya tujuh orang pemancing dengan tertatih berhasil sampai ke Pelabuhan Muaro Padang.

Sayangnya, lanjut dia, kapal penjemput berisikan 13 orang belum sampai ke darat. "Setelah dilakukan penyisiran ditemukan 10 orang berhasil diselamatkan. Tiga orang lagi belum ditemukan," sebut dia.

Ada pun 10 pemancing yang berhasil diselamatkan adalah Firkam Mukalik (20), Taufik Hidayat (26), Triandika Ananda (23), Sorong (45), Efendi Mursalim (34). Kemudian Surawan (34), Alfajri (32), Suranto (34), Koda Rodi (33), terakhir Junaidi (34).

Dia menambahkan, Polairud bersama Basarnas, TNI AL dan Kelompok nelayan hingga saat ini masih melakukan penyisiran pencarian tiga orang yang belum ditemukan tersebut.

"Mereka yang selamat itu dibawa ke rumah sakit terdekat. Saat ini dua kapal berangkat mencari tiga orang masyarakat belum ditemukan itu. Dan keluarga korban setiap hari di posko ini berharap orang yang mereka sayangi dapat ditemukan," pungkas Hasibuan.

Komentar