620 Anak Ikuti Uji Klinis Vaksin Indovac Fase III

Metro- 16-11-2022 20:47
Foto bersama usai Gebyar Uji Klinis Vaksin Covid-19 Indovac Fase III pada Anak di aula lantai IV RSUP M Djamil Padang, Rabu (16/11).  (Dok : Istimewa)
Foto bersama usai Gebyar Uji Klinis Vaksin Covid-19 Indovac Fase III pada Anak di aula lantai IV RSUP M Djamil Padang, Rabu (16/11). (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - Uji klinis vaksin Covid-19 Indovac pada dua site yakni RSUP M Djamil Padang dan RS Universitas Andalas telah dimulai sejak 19 Oktober.

Berdasar data pada dua rumah sakit tersebut, sebanyak 620 anak telah mengikuti uji klinis hingga 15 November 2022.

Rinciannya, 520 anak di RSUP M Djamil Padang dan 100 anak di RS Universitas Andalas.

Baca Juga

Diketahui, sasaran uji klinis ini adalah anak-anak dengan rentang usia 12-17 tahun yang berasal dari Kota Padang dan Kabupaten Padangpariaman.

Kemudian dalam kondisi sehat yang belum pernah vaksin Covid-19 serta mendapatkan izin dari orang tua. Kemudian, tidak ada penyakit sistemik atau penyakit bawaan, tidak mengonsumsi obat yang menurunkan respon imun tubuh.

Lalu bersedia mengikuti rangkaian uji klinis sebanyak enam kali kunjungan serta akan dipantau kesehatannya selama satu tahun ke depan.

"Ini merupakan pencapaian besar bagi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas untuk bekerja sama dengan BUMN sebagai perusahaan nasional," kata Direktur SDM Pendidikan dan Umum RSUP M Djamil Padang Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS, saat Gebyar Uji Klinis Vaksin Covid-19 Indovac Fase III pada Anak, di Aula Lantai IV RSUP dr M Djamil Padang, Rabu (16/11).

Kegiatan berlangsung secara hybrid yakni offline dan online itu turut hadir Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, Ketua Dewan Pengawas RSUP M Djamil drg Arianti Anaya MKM, Direktur Utama PT Biofarma Honesti Basyir, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unand Dr Ing Uyung Gatot S Dinata MT, Principal Investigator Uji Klinis Vaksin Covid-19 Indovac dr Asrawati SpA MBiomed dan undangan lainnya.

Ia mengatakan vaksin Indovac tersebut produksi buatan dalam negeri. Dan ini merupakan kebanggaan bersama sebagai bangsa Indonesia dan telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Uji klinis tersebut penting dilakukan pada anak untuk mendukung produksi vaksin dalam negeri dan memproduksi vaksin yang aman untuk anak Indonesia.

"Kami berharap uji klinis vaksin ini dapat berjalan dengan lancar. Dengan harapan vaksin ini dapat segera digunakan untuk masyarakat banyak dan memberikan manfaat bagi anak-anak pewaris bangsa Indonesia. Dan, memberikan dampak bagi bangsa terutama dalam memberikan kemandirian dalam bidang kesehatan," harapnya.

Apalagi, sebut Dovy, sama-sama diketahui di Indonesia sendiri dilaporkan sekitar 6,5 juta kasus Covid-19 per tanggal 14 November 2022.

"Tentunya dengan vaksinasi diharapkan dapat menurunkan angka kejadian kasus Covid 19 melalui peningkatan daya kekebalan pada individu dimasyarakat," tutur Dovy.

Hal serupa disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unand Dr Ing Uyung Gatot S Dinata MT.

"Uji klinis ini fase terakhir yakni fase III. Mudah-mudahan bisa langsung digunakan dan menjadi vaksin yang berguna bagi bangsa Indonesia dalam menurunkan angka kejadian kasus Covid-19," harapnya.

Melalui uji klinis ini, sebut Uyung, menumbuhkan kepercayaan bagi negara ini yang tidak tertinggal dalam menyediakan perangkat maupun bahan obat untuk kesehatan. Ini diperuntukkan untuk rakyat Indonesia.

"Dari informasi diperoleh, hampir 95 persen bahan obat itu diimpor. Kehadiran vaksin Indovac ini suatu kebanggaan sekaligus semangat kita semua, bagaimana kesehatan di Indonesia makin lama makin mandiri," ucap Uyung.

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mengapresiasi PT Biofarma melakukan uji klinis vaksin Covid-19 Indovac fase III pada anak di Sumbar. Persisnya di RSUP dr M Djamil Padang dan RS Universitas Andalas.

"Ini patut disyukuri salah satu provinsi ditunjuk untuk uji klinis vaksin tersebut," tuturnya.

Dengan kehadiran vaksin Indovac tersebut, kata Audy, dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku obat impor ke depan.

"Tentunya hal tersebut berdampak pada kegairahan ekonomi Indonesia. Dan, salah satu upaya mengantisipasi resesi ekonomi 2023," ungkap Audy.

Audy berharap uji klinis vaksin Indovac tersebut berhasil dan menunjukkan hasil positif.

"Tentunya ke depan, dapat mengurangi penggunaan vaksin impor dan menggunakan produk dalam negeri yakni vaksin Indovac," ucapnya.

Ketua Dewan Pengawas RSUP M Djamil drg Arianti Anaya MKM mengatakan RSUP M Djamil siap menjadi tempat untuk uji klinis vaksin lainnya.

Apalagi, hubungan baik telah terjalin antara RSUP M Djamil dengan Fakultas Kedokteran Unand.

"Jika ada uji-uji klinis vaksin lainnya yang sedang dikembangkan PT Biofarma, juga bisa melibatkan RSUP M Djamil bersama Fakultas Kedokteran Unand," tutur Dirjen Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan ini.

Ia berharap mudah-mudahan PT Biofarma makin sukses sebagai salah satu BUMN kebanggaan Indonesia penghasil vaksin yang sudah diakui dunia.

"Kita selaku rakyat Indonesia bangga dengan PT Biofarma. Termasuk juga terima kasih kepada peneliti, direksi RSUP M Djamil dan RS Unand, Wakil Gubernur Sumbar mendukung proses uji klinis vaksin Covid-19 Indovac," ucap Komisaris PT Biofarma ini.

Sementara itu, Direktur Utama PT Biofarma Honesti Basyir menjelaskan vaksin Indovac ini telah diresmikan Presiden RI Joko Widodo sejak 13 Oktober lalu. Dan, telah mendapatkan Izin Edar Dalam Keadaan Darurat (Emergency Use Authorization / EUA) dari Badan POM.

"Kami juga terus mengembangkan Indovac agar dapat diterima sebagai vaksin Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun. Bahkan bisa juga dilanjutkan nanti untuk vaksin booster anak," sebutnya.

IndoVac tentu bukan tujuan akhir. PT Biofarma bertekad akan terus melanjutkan inovasinya, untuk memproduksi produk-produk kesehatan, seraya mengurangi ketergantungan kepada produk obat-obatan impor.

"Sekitar 90 persen bahan baku obat itu masih diimpor. Kita ingin mengurangi hal ini," kata Basyir.

Yang dilakukannya ialah mengintegrasikan ekosistem mulai dari reasearch and development (R and D), manufaktur, institusi, suplai, layanan kesehatan, apotek, klinik lab, dan RS.

"Semua harus saling terhubung," paparnya.

Komentar