Usung Kolaboratif, Koordinatif dan Kontributif

Metro- 20-11-2022 20:28
Dr dr Roni Eka Sahputra SpOT (K) Spine. (Dok : Istimewa)
Dr dr Roni Eka Sahputra SpOT (K) Spine. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi-ahli spine, Dr dr Roni Eka Sahputra SpOT (K) Spine, merupakan salah satu kandidat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumbar periode 2022-2025.

Sabtu (26/11), Musyawarah Wilayah (Muswil) IDI Sumbar itu akan berlangsung di Emersia Hotel and Resort, Tanahdatar.

Soal pengalaman, Dr dr Roni Eka Sahputra SpOT (K) Spine memang tak diragukan. Sejumlah jabatan diembannya.

Baca Juga

Beberapa di antaranya Ketua Program Studi Ilmu Orthopedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Unand-RSUP M Djamil Padang.

Dan, anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI). Di kepengurusan IDI, Dr dr Roni Eka Sahputra SpOT (K) Spine mengemban amanah sebagai Wakil Ketua periode 2019-2022, Ketua Bidang Tanggap Bencana.

Kemudian, Ketua Hari Bhakti Dokter Indonesia (HBDI) Sumbar dengan memecahkan Rekor MURI terkait pelayanan kesehatan disabilitas di seluruh Sumbar.

Seperti apa keinginan dan cita-cita Dr dr Roni Eka Sahputra SpOT (K) Spine terhadap IDI Sumbar dan dunia kedokteran ke depan.

Berikut wawancaranya:

Apa tagline Anda saat pencalonan Ketua IDI Wilayah Sumbar?

Saya mengusung tagline Kolaboratif, Koordinatif dan Kontributif. Merasakan bahwa rumah IDI tersebut menjadi tempat naungan bersama.

Kemudian, bersama-sama membangun IDI dan menjaga marwah dokter.

Bahkan, memberikan kontributif dimana keberadaan dokter dapat dirasakan di tengah masyarakat. Dalam hal koordinatif, IDI wilayah mengkoordinasikan IDI cabang.

Jika ada kasus kesehatan maupun kebencanaan terjadi di suatu wilayah, koordinasi yang baik dapat terjaga.

Sehingga, baik IDI wilayah maupun IDI cabang akan terbangun kekompakan.

Bagaimana pandangan Anda dengan jabatan Ketua IDI Wilayah?

Jabatan Ketua IDI Wilayah itu bagian yang memikirkan bagaimana mengelola para dokter di Sumatera Barat ini menjadi tempat naungan yang baik.

Keberadaan ketua menjadi harapan bagi setiap anggota, bahwa kita membangun kebersamaan. Sehingga IDI Wilayah ini dapat dirasakan oleh semua dokter di Sumbar.

Apa visi yang Anda usung?

Saya mengusung visi; Menjadikan IDI Wilayah Sumatera Barat sebagai organisasi profesi kedokteran yang bermartabat di tingkat lokal dan nasional.

Arti kata, bermartabat itu adalah marwah bahwa dokter itu mempunyai nilai-nilai luhur, mempunyai tugas-tugas mulia.

Tidak hanya mengejar finansial tetapi merelakan waktunya, pikirannya dan tenaganya untuk kesehatan masyarakat, khususnya Sumbar.

Bagaimana dengan misi Anda?

Misi yang diusung dalam pencalonan ini yakni pertama, meningkatkan profesionalitas pengelolaan organisasi yang mandiri, transparan, modern dan akuntabel.

Arti kata, organisasi ini termasuk organisasi cukup besar. Dimana memiliki 18 cabang kabupaten/kota di Sumbar, kecuali Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota digabung menjadi satu.

Kedua, meningkatkan koordinasi baik dengan IDI cabang, sesama IDI Wilayah maupun dengan PB IDI dengan mengoptimalkan keikutsertaan IDI Wilayah dalam berbagai kegiatan yang relevan.

Intinya, ada satu momen bisa bersama-sama IDI wilayah mengadakan kegiatan atau bisa juga PB IDI secara nasional bisa kita gencarkan secara masif.

Ketiga, meningkatkan kolaborasi baik secara internal maupun eksternal dengan membangun kemitraan dan kerja sama dalam menjalankan pemikiran-pemikiran dan kegiatan-kegiatan yang berorientasi kepada upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan kemajuan pendidikan kedokteran.

Intinya, semua dokter di Sumbar memiliki ilmu khusus dan profesi masing-masing.

Bahkan mempunyai kelebihan masing-masing. Potensi dokter di Sumbar termasuk luar biasa dan mumpuni.

Kalau bisa masyarakat tahu bahwa keberadaan dokter di Sumbar itu cukup. Sehingga tidak ada lagi pemikiran masyarakat kita untuk berobat di luar negeri.

Dikarenakan di Sumbar memiliki dokter yang andal. Ini yang perlu kita gencarkan.

Keempat, meningkatkan kontribusi dengan meningkatkan peran serta baik berupa gagasan, kegiatan maupun advokasi menyangkut masalah kesehatan dan pendidikan kedokteran yang bersifat strategis baik ditingkat Provinsi Sumatera Barat.

Apa ajakan Anda kepada anggota IDI Wilayah Sumbar?

Kita berharap dengan adanya Muswil ini nanti meminta kepada semua anggota IDI Sumatera Barat yang diwakili oleh IDI-IDI cabang, dia bisa melihat bagaimana harapan itu menjadikan IDI Wilayah Sumatera Barat bermartabat.

Sehingga kita bersama-sama membangun bahwa keberadaan organisasi IDI akan dirasakan oleh semuanya.

Saya berharap setiap utusan-utusan IDI cabang bisa memikirkan ini dan bersama-sama membangun rumah yang kita besarkan ini. (*)

Komentar