Pelaku UMKM Diajarkan Produk Anyaman dan Coiling Bambu

Metro- 10-11-2022 10:56
Ketua Dekranasda Sumbar, Harneli Bahar dengarkan paparan salah seorang mentor di sela sela workshop, di Kota Sawahlunto, Selasa (8/11). (Dok : Istimewa)
Ketua Dekranasda Sumbar, Harneli Bahar dengarkan paparan salah seorang mentor di sela sela workshop, di Kota Sawahlunto, Selasa (8/11). (Dok : Istimewa)

Penulis: Derizon Yazid

Sawahlunto, Arunala.com - Ketua Dekranasda Sumbar), Harneli Mahyeldi, menghadiri acara penutupan workshop pengembangan UMKM di kawasan Geopark dan wilayah Pertambangan, di Kota Sawahlunto, Selasa (8/11).

Workshop yang bertajuk Pengembangan Produk Anyaman dan Coiling Bambu itu melibatkan sejumlah pelaku UMKM di Sumbar.

Dalam hal ini, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), memberikan pelatihan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar tambang dan geopark.

Baca Juga

Sehingga masyarakat siap dan mampu untuk terlibat secara aktif dalam pelestarian dan pengelolaan geopark.

Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam pengembangan Geopark, karena melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, maka pembagian peran dapat dilakukan untuk mencapai tujuan bersama.

Adanya pelatihan tersebut bertujuan agar masyarakat siap dan mampu untuk terlibat secara aktif dalam pelestarian dan pengelolaan geopark serta mampu berkreasi dan berinovasi untuk menciptakan berbagai produk unggulan lokal yang akan ditawarkan kepada turis domestik maupun mancanegara.

Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Sumbar, Harneli Mahyeldi menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan kerja sama Kementrian ESDM dan Dekranas atas digelarnya workshop ini, yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat Sawahlunto, khususnya UMKM bambu di Sumatera Barat.

"Harapan saya melalui kegiatan ini dapat mendorong penambahan penghasilan bagi pelaku usaha yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat serta meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga" ujar Harneli.

Dirinya menilai kegiatan Workshop pengembangan UMKM yang telah dilaksanakan selama enam hari itu dapat membawa manfaat bagi para UMKM untuk meningkatkan produktivitas usahanya.

Sementara itu, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian menjelaskan, Dekranas adalah satu lembaga yang sudah berdiri selama 42 tahun bertujuan untuk mendorong peningkatan ekonomi Indonesia melalui kerajinan rakyat (UMKM di bidang kerajinan).

"Tugas kami di Dekranas adalah meregenerasi kepada para pengrajin agar kerajinan-kerajinan nasional ini tetap eksis guna mendukung perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang memang umumnya mempunyai kerajinan-kerajinan yang khas. Khusus di tempat ini, kami bekerja sama dengan Kementerian ESDM mengembangkan kreatifitas para peserta workshop untuk mengikuti pelatihan kerajinan dari bahan dasar bambu agar menghasilkan produk kerajinan yang lebih berkualitas dan variatif," kata Tri.

Mendukung hal tersebut Kepala BPSDM ESDM, Prahoro Yulianto Nurtjahyo, mengatakan Kementerian ESDM bersama Dekranas hadir menyiapkan SDM yang profesional melalu berbagai program Pendidikan dan Pelatihan dalam rangka meningkatkan skill dan wawasan kepada para pelaku UMKM di sekitar tambang dan geopark.

"Keterlibatan masyarakat lokal dalam konservasi geopark merupakan salah satu faktor kunci dalam pengelolaan pengetahuan dan pelestarian geopark sebagai tempat wisata baru. Kolaborasi menjadi bagian yang sangat penting, karena melalui kolaborasi para pemangku kepentingan dapat duduk bersama membangun kesepahaman dan komitmen bersama, serta memiliki rasa tanggung jawab (sense of responsibility) dalam kelangsungan pembangunan wilayah Tambang dan Geopark," ungkapnya. (*)

Komentar