Bekali Mahasiswa Praktik Sidang Elektronik

Metro- 02-12-2022 18:39
Prosesi penandatanganan prasasti pertanda diresmikannya Tahir Foundation Building FH Unand, Jumat (2/12). (Foto : Fajril)
Prosesi penandatanganan prasasti pertanda diresmikannya Tahir Foundation Building FH Unand, Jumat (2/12). (Foto : Fajril)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - Penggunaan Tahir Foundation Building Fakultas Hukum Universitas Andalas hari ini (2/12) diresmikan.

Peresmian gedung dengan dana hibah Tahir Foundation Rp15,5 miliar itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH, Ketua Pembina Tahir Foundation, Prof Dr Tahir MBA, Ketua Mahkamah Konstitusi RI Prof Anwar Usman, Ketua Mahkamah Agung RI Prof Syarifuddin dan Dekan Fakultas Hukum Unand Dr Ferdi SH MH.

"Kami memberikan apresiasi kepada Tahir Foundation atas bantuan pembangunan Tahir Foundation Building Fakultas Hukum Unand ini. Gedung ini akan dipergunakan sebagai fasilitas pembelajaran bagi civitas akademika Unand khususnya Fakultas Hukum," kata Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH, saat peresmian Gedung Tahir Foundation Fakultas Hukum Unand.

Baca Juga

Ia mengatakan gedung tersebut akan dipergunakan untuk menunjang mata kuliah praktik peradilan dan mata kuliah klinik hukum.

"Dengan meningkatnya fasilitas yang tersedia di kampus ini, maka diharapkan kelak akan lahir orang-orang hebat yang akan berkiprah membangun negara," harap Yuliandri.

Tahir merasa terhormat dan tersanjung bisa turut berpartisipasi untuk kemajuan Unand.

Pembangunan gedung ini yang paling bernilai adalah bagaimana melahirkan orang-orang yang hebat dalam peradilan hukum di Indonesia dalam 20 tahun ke depan.

"Semoga gedung ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Hingga 20 tahun kemudian bisa melahirkan tokoh-tokoh merubah bangsa ke arah lebih baik dalam bidang peradilan hukum," harapnya.

Sementara Ketua Mahkamah Konstitusi RI Prof Dr H Anwar Usman SH MH berharap laboratorium hukum ini kelak, dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, sehingga dapat melahirkan tunas-tunas hukum baru di masa yang akan datang.

"Nantinya mereka bertugas untuk mengawal dan menegakkan hukum dan konstitusi sesuai dengan amanah dan harapan masyarakat," harapnya.

Ketua Mahkamah Agung RI Prof Dr Syarifuddin SH MH mengharapkan gedung laboratorium hukum ini menyiapkan ruang sidang. Nantinya akan ada sidang peradilan semu (moot court).

"Saya mengharapkan praktik moot court yang diajarkan di sini bukan hanya praktik sidang konvensional. Tetapi juga praktik sidang elektronik," tegasnya.

Para mahasiswa, sebut Syarifuddin, diajarkan bagaimana hakim, panitera pengganti, advokat, jaksa menangani perkara-perkara elektronik.

"Bagaimana cara membuka berkas secara IT, bagaimana cara mengakses informasi tentang perkara, dan bagaimana membuat aplikasi-aplikasi lain serta bukti-bukti elektronik," ucapnya.

Ia pun menegaskan pada laboratorium moot court ini tidak hanya memperkenalkan teknik persidangan dengan sistem eropa. Tapi juga memperkenalkan teknik persidangan sistem amerika.

"Dengan harapan ke depan, alumni Fakultas Hukum Unand tidak hanya siap pakai menjadi hakim di Indonesia. Tapi juga berkompeten menjadi hakim internasional," harap Syarifuddin.

Komentar