Suplementasi Magnesium Penting selama Kehamilan

Metro- 10-12-2022 18:24
Tangkapan layar Webinar Medis The Importance of Magnesium Effervescent During Pregnancy yang diadakan AYani Women and Children Clinic, Sabtu (10/12). (Foto : Fajril)
Tangkapan layar Webinar Medis The Importance of Magnesium Effervescent During Pregnancy yang diadakan AYani Women and Children Clinic, Sabtu (10/12). (Foto : Fajril)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - Aspek nutrisi merupakan bagian penting selama kehamilan hingga dua tahun setelah melahirkan.

Ibu hamil yang mendapatkan gizi seimbang dan baik diharapkan dapat terhindari dari risiko kesehatan baik bagi janin dan ibu sendiri.

Salah satunya pemenuhan suplementasi magnesium yang berperan penting dalam membentuk jaringan baru.

Baca Juga

"Kebutuhan magnesium selama kehamilan meningkat. Metabolisme pun meningkat. Selama kehamilan bayi membutuhkan 1 gram atau 6 miligram magnesium per hari untuk memenuhi kebutuhan janin," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) Prof Dr dr Johanes Cornelius Mose SpOG KFM, saat Webinar Medis The Importance of Magnesium Effervescent During Pregnancy secara daring, Sabtu (10/12).

Webinar Medis yang diadakan oleh AYani Women and Children Clinic dan disponsori PT Ikapharmindo Putramas itu juga menghadirkan narasumber Komisaris Utama PT Tridaya Medika Sinergi sekaligus dokter kandungan Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS.

Dan, moderator webinar dr Haviz Yuad SpOG KFER. Selain zoom meeting, Webinar Medis tersebut juga disiarkan melalui kanal Youtube.

Tapi, dalam waktu sama sekitar 20-25 persen magnesium dikeluarkan. Dengan sendirinya ibu hamil memerlukan tambahan suplementasi magnesium.

"Kebutuhan magnesium selama kehamilan dalam rentang 350 sampai 400 miligram per hari. Sementara normal, wanita membutuhkan magnesium 320 mg per hari. Jadi, magnesium sangat dibutuhkan sebagai suplementasi yang dipakai rutin selama kehamilan," sebutnya.

Ia menjelaskan gangguan-gangguan selama kehamilan di antaranya ibu hamil sering mengeluhkan kram pada tangan dan betis. Kejadiannya sekitar 30 sampai 45 persen.

"Dimana, magnesium yang rendah menyebabkan kalsium intrasel yang meningkat. Sehingga memicu terjadinya kontraksi pada otot-otot polos," tutur Johanes.

Kemudian, kehamilan prematur. Bayi prematur rentan mengalami kerusakan saraf adalah kebutuhan oksigen yang tinggi yang tidak tercapai pada keadaan hipoperfusi.

"Magnesium mencegah terjadinya defisiensi oksigen pada sel otak dengan mengurangi kebutuhan konsumsi oksigen," ungkapnya.

Gangguan lainnya, preeklampsia. Saat ini kasus hipertensi dan preeklampsia masih tinggi dalam kehamilan. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah terjadinya kejang yang disebut eklampsia.

"Pemberian magnesium terbukti dapat mengurangi terjadinya kejang pada pasien preeklampsia. Magnesium ini bekerja dengan cara menghambat rangsangan kejang di otak, melebarkan pembuluh darah sehingga mencegah kekurangan oksigen di otak yang bisa memicu kejang," sebutnya.

Ia juga menyebutkan PT Ikapharmindo Putramas sekaligus sponsor Webinar Medis ini telah menyiapkan obat Biolectra magnesium dengan beberapa preparat.

"Ada yang 300 miligram, ada 360 miligram, ada juga 400 miligram. Obat ini bisa dimanfaatkan pada kasus-kasus kita," ungkapnya.

Sementara Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS menjelaskan suplementasi magnesium selama kehamilan dapat meningkatkan kualitas kehamilan dan janin dalam kandungan. Jumlah serum magnesium dibutuhkan selama kehamilan adalah 1,8-2,2 mg/dl.

"Kadar magnesium menurun selama kehamilan dikarenakan kebutuhan dan eksresi magnesium di ginjal. Ini salah satu yang harus diwaspadai selama kehamilan," tutur Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP dr M Djamil Padang ini.

Suplementasi magnesium selama kehamilan, sebut Dovy, dapat mengurangi risiko kelahiran prematur, Intrauterine Growth Restriction (IUGR) adalah kondisi ketika janin tidak bertumbuh dengan baik, sehingga berukuran lebih kecil dari usia kehamilannya.

"Kemudian, pencegahan hipertensi selama kehamilan dan kram pada otot," ucap bapak dua anak ini.

Ia mengatakan agar tidak kekurangan magnesium, ibu hamil perlu mencukupi asupannya dari makanan. Beberapa makanan yang mengandung magnesium tinggi, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian selama kehamilan. Yakni, bayam, biji labu, yogurt, kacang almond, kacang hitam.

"Selanjutnya, alpukat, cokelat, buah ara maupun pisang," ungkapnya.

Komentar