Alirman Sori: Pengelola jangan Abaikan SOP Pertambangan

Metro- 14-12-2022 21:44
Anggota DPD RI, Alirman Sori saat meninjau lokasi bekas lubang tambang yang meledak di Sawahlunto, Rabu siang (14/12). (Dok : Istimewa)
Anggota DPD RI, Alirman Sori saat meninjau lokasi bekas lubang tambang yang meledak di Sawahlunto, Rabu siang (14/12). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Sawahlunto, Arunala.com - Pasca kejadian meledaknya salah satu lubang tambang batu bara milik PT NAL di Sawahlunto, dikunjungi Anggota DPD RI, Alirman Sori.

Kedatangan Alirman Sori ke lokasi pada Rabu siang (14/12) itu disambut langsung Kepala Teknik Tambang (KTT) Dian Firdaus.

Tujuan Senator Alirman Sori meninjau langsung ke lokasi bekas ledakan tambang itu untuk memastikan kondisi lapangan di TKP.

Baca Juga

Dari penjelasan Alirman Sori melalui pesan WhatsApp-nya yang diterima Arunala.com , Rabu malam (14/12), menyebutkan bahwa berdasarkan penjelasan Kepala KTT PT NAL, Dian Firdaus, menerangkan pihaknya sudah menerapkan SOP.

"Sebelum pekerja masuk ke lubang tambang, terlebih dulu kami sudah lakukan pengecekan kelayakan untuk aktivitas tambang berdasarkan SOP, dan itu sudah memenuhi standar bekerja," ungkap Alirman Sori menirukan penjelasan Dian Firdaus.

Meski dirinya sudah melihat dari dekat kondisi lubang tambang pasca ledakan, Alirman Sori tetap meminta pihak pengelola tambang tetap terus memperhatikan dan menerapkan SOP.

"Walau sudah dalam penyelidikan oleh tim investigasi, saya tetap mengingat PT NAL sebagai pengelola tambang untuk terus meningkatkan fasilitas bagi keselamatan pekerja tambang," ujar Alirman Sori.

Alirman Sori juga berharap hasil investigasi yang dilakukan oleh tim investigasi dapat menjawab penyebab terjadi ledakan sebenarnya.

"Jika ada kesalahan atau kelalaian prosedur mesti harus diungkap dan diproses sesuai aturan yang berlaku," ujar Alirman Sori lagi.

Selanjutnya, usai meninjau lokasi bekas ledakan milik PT NAL, Alirman Sori juga meninjau lokasi penambangan milik perusahaan Tahiti yang berada pada lubang tambang 1 dan lubang 4 sebagai perbandingan.

Alirman Sori, mengapresiasi SOP penambangan oleh Perusahaan Tahiti, namun demikian, dirinya juga mengingatkan agar konsisten dalam pemenuhan SOP sebagai bentuk tanggungjawab untuk keselamatan pekerja.

"Pasalnya, penerapan SOP pada pekerja pertambangan seperti tambang baru bara ini, tidak bisa diabaikan. Bisa dikatakan hal ini harga mati," ujar Alirman Sori, yang merupakan lulusan Lemhannas RI PPRA 62 ini.

Seperti diketahui, akibat ledakan lubang tambang itu, menewaskan 10 orang pekerja, tiga orang luka bakar sangat serius, dan seorang lagi alami luka ringan. Sedangkan lokasi bekas ledakan sudah police line.

Komentar