Sejumlah Parpol Ingin Kota Padang Enam Dapil

Metro- 17-12-2022 00:32
Suasana parpol dan KPU Kota Padang saat pelaksanaan uji publik terkait rancangan pembagian Dapil untuk pemilu 2024, Jumat (16/12). (Foto : Arzil)
Suasana parpol dan KPU Kota Padang saat pelaksanaan uji publik terkait rancangan pembagian Dapil untuk pemilu 2024, Jumat (16/12). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala.com - Rancangan dua bentuk daerah pemilihan (Dapil) yang dibuat KPU Kota Padang untuk pemilihan legislatif di kota itu pada pemilu 2024 sempat mengundang perdebatan bagi partai politik (parpol) yang dinyatakan lolos untuk pemilu nanti.

Hal ini muncul saat KPU Kota Padang menyelenggarakan uji publik tahap 3 terhadap rancangan penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi DPRD bagi Kota Padang di pemilu 2024 ini, di Padang, Jumat (16/12).

Dalam uji publik hari itu, KPU Kota Padang menghadirkan dua opsi, pertama dengan rancangan lima Dapil dan rancangan kedua yakni enam Dapil.

Baca Juga

Sayangnya, dari dua rancangan yang disodorkan KPU itu, kebanyakan dari 17 parpol peserta pemilu terdiri parpol di parlemen maupun dan parpol yang baru lolos sebagai peserta pemilu 2024, lebih memilih opsi kedua, yakni Kota Padang dibagi dalam enam Dapil.

Sementara pada dua periode pemilu sebelumnya, Kota Padang hanya terdiri lima Dapil, seperti yang ada pada rancangan pertama dibuat KPU, yakni lima Dapil.

Seperti disampaikan utusan DPD PAN Kota Padang, Amril Amin yang menyebutkan lebih setuju jika dapil Kota Padang ada perubahan.

"Untuk soal Dapil ini, saya dari PAN Padang lebih memilih opsi 2 yakni ada enam Dapil di Kota Padang pada pileg 2024 nanti," kata Amril Amin.

Alasan partainya memilih opsi 2, karena Partai PAN melihat Kecamatan Nanggalo menjadi lumbung suara bagi PAN.

"Mengingat anggota dewan yang duduk dari Dapil Nanggalo, tidak ada caleg PAN yang duduk di dewan berasal dari dua kecamatan lainnya di satu di Dapil ini," kata Amril Amin.

Begitu juga dengan pendapat utusan dari DPC PDIP yakni D Monte dan Ketua Komite Eksekutif Partai Buruh Kota Padang, Mustar Alam lebih memilih opsi 2 dengan enam Dapil.

Kedua pengurus parpol ini beralasan, baik dari aspek geografis daerah dan sosial masyarakatnya jelas akan memberi peluang lebih besar bagi caleg dari partai mereka mendulang kursi DPRD nantinya.

Bahkan Mustar Alam mengaku jika partainya lebih optimistis memilih opsi dua dengan enam Dapil.

"Sebagai partai baru, kami mengharapkan ada hal yang lebih baik dengan adanya enam Dapil di Kota Padang, sehingga membuka peluang bagi partai kami untuk bisa berkompetisi di pileg 2024 nanti," kata Mustar Alam.

Sedangkan bagi pengurus dari Partai Gerindra melalui Mastilizal Aye dan pengurus DPD Partai NasDem Padang, Syamsu Rizal lebih memilih opsi 1 yakni Kota Padang dengan lima Dapil.

"Karena setelah kami konsultasi dan koordinasi dengan para pengurus DPD NasDem Padang, jadi memutuskan untuk memilih opsi 1 yakni lima Dapil, sama dengan alokasi dapil dan kursi pemilu sebelumnya," kata Syamsu Rizal.

Untuk diketahui, dua rancangan Dapil yang dibuat KPU Padang itu adalah opsi 1 dengan lima Dapil, masing-masingnya Dapil Padang 1 terdiri Kecamatan Koto Tangah dengan alokasi 10 kursi.

Dapil Padang 2 meliputi Kecamatan Pauh dan Kuranji dengan 10 kursi. Dapil Padang 3 yakni Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung (Lubeg) dan Lubuk Kilangan dengan 10 kursi.

Kemudian Dapil Padang 4, Kecamatan Padang Selatan dan Padang Timur dengan 7 kursi, terakhir Dapil Padang 5 meliputi Kecamatan Padang Barat, Padang Selatan dan Nanggalo dengan 8 kursi, sehingga dari lima dapil itu ada alokasi 45 kursi.

Adapun opsi 2 yang diperdebatkan itu yakni Dapil Padang 1, tetap berada pada Koto Tangah dengan 10 kursi. Kemudian Dapil Padang 2 hanya ada Kecamatan Kuranji 7 kursi.

Selanjutnya Dapil Padang 3 ada Kecamatan Pauh dan Lubuk Kilangan 6 kursi. Dapil Padang 4 yakni Bungus Teluk Kabung dan Lubeg 7 kursi.

Kemudian Dapil Padang 5 Kecamatan Padang Selatan dan Padang Timur 7 kursi, terakhir Dapil Padang 6 meliputi Kecamatan Padang Barat, Padang Utara dan Nanggalo dengan 8 kursi. Total alokasi kursi DPRD Kota Padang dalam rancangan (opsi) enam Dapil itu masih sebanyak 45 Kursi.

Di sisi lain, Ketua KPU Kota Padang, Riki Eka Putra menyebutkan, uji publik yang diadakan itu adalah sebagai forum diskursus saja.

"Artinya pertemuan itu bukan menjadi keputusan, namun mencari atau menghimpun sejumlah saran dan masukan menyangkut alokasi kursi DPRD Kota Padang dan perubahan daerah pemilihan (Dapil)," ungkap Riki.

Komentar