Nilai Pancasila Tolok Ukur Keberhasilan Kepemimpinan

Metro- 20-12-2022 17:44
Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI, Laksdya TNI Dr Harjo Susmoro SSos SH MH MTr Opsla saat memberikan Kuliah Umum di Ruang Sidang Senat Unand, Selasa (20/12). (Foto : Fajril)
Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI, Laksdya TNI Dr Harjo Susmoro SSos SH MH MTr Opsla saat memberikan Kuliah Umum di Ruang Sidang Senat Unand, Selasa (20/12). (Foto : Fajril)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - Nilai Pancasila selalu menjadi tolok ukur dari keberhasilan dalam suatu model kepemimpinan.

Ia sangat autentik bagi bangsa Indonesia dan menjadi konsensus keyakinan bersama.

Untuk itulah, tindak tanduk dari seorang pemimpin merupakan representasi laku keseharian pemimpin dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga

"Pemimpin yang Pancasilais adalah sosok pemimpin yang selalu dengan teguh mengamalkan sila-sila Pancasila dengan sempurna. Moral Kepemimpinan Pancasila yang bersumber pada Pancasila tercermin secara terpadu dalam kelima sila Pancasila," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI, Laksdya TNI Dr Harjo Susmoro SSos SH MH MTr Opsla saat Kuliah Umum Model Kepemimpinan Nasional di Era VUCA 5.0 di Ruang Sidang Senat Universitas Andalas, Selasa (20/12).

Ia, sebut Harjo Susmoro, adalah pemimpin yang memiliki jiwa religiositas sesuai dengan sila pertama Pancasila, selalu menanamkan jiwa-jiwa keadilan dalam setiap aspeknya.

"Bahkan bersikap toleran dan terbuka sebagai jalan untuk mempersatukan semua unsur perbedaan yang ada, dan selalu bijak dalam pengambilan keputusannya," sebutnya.

Harjo Susmoro mengatakan Kepemimpinan Pancasila jelas ditandai oleh sikap dan perilaku keadilan dan kejujuran yang didasarkan pada tuntutan keimanan dan ketakwaan.

Moral keadilan berhimpitan dengan semangat kebersamaan dan kebangsaan serta kemampuan penyeimbangan pemenuhan hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat.

"Moral keadilan menuntut perilaku kepemimpinan yang memiliki kredibilitas dan kemandirian," tuturnya.

Keutuhan implementasi nilai tersebut, harus terdapat pada seluruh komponen kepemimpinan bangsa baik formal maupun informal sehingga mengukuhkan sinergitas proses kepemimpinan yang dapat membawa suasana kedamaian yang menciptakan keamanan.

"Dengan prinsip itu, setiap masyarakat dapat beraktivitas secara baik sehingga akan mampu mencapai tahapan kesejahteraan yang merupakan cita-cita bangsa Indonesia," ujar Harjo Susmoro.

Kepemimpinan Pancasila membawa arti adanya fenomena kompleks yang melibatkan pemimpin, pengikut, dan situasi.

Ketiga elemen tersebut berinteraksi dalam hubungan saling membutuhkan sesuai kapasitas masing-masing.

"Di mana pemimpin (personalitas, posisi, kepakaran), pengikut (kepercayaan, kepatuhan, pemikiran kritis), dan situasi (kerja, tekanan, lingkungan)," tukasnya.

Sementara itu, Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH mengatakan Unand punya tanggung jawab dalam menyiapkan kader-kader bangsa.

Pada akhirnya apa yang diharapkan tentunya betul-betul tersinergi dengan semua kelembagaan.

"Alhamdulillah, hari ini penandatanganan kerja sama juga sekaligus Sekjen Wantannas RI memberikan kuliah umum. Saya pikir ada satu materi yang belum tentu semua orang mendapatkan atau duplikat pada mata kuliah," sebutnya.

Makanya, Yuliandri berharap para mahasiswa dapat melihat bagaimana arah ke depan, bagaimana menyikapi negara.

"Karena itu, kita perlu komitmen bahwa kita siap untuk menjadi anak bangsa yang mempunyai kewajiban untuk membela negara dan ketahanan nasional," harap Yuliandri.

Komentar