Menginspirasi Pelaku Usaha dan Penggerak Wirausaha Sosial

Metro- 26-12-2022 14:56
Salah satu koleksi Maharrani dan Hamka Indonesia. (Dok : Instagram @maharrani.official)
Salah satu koleksi Maharrani dan Hamka Indonesia. (Dok : Instagram @maharrani.official)

Penulis: Fajril

Melihat Elsa hari ini, tidak ada adil rasanya jika tidak melihat usahanya di masa lalu. Maharrani dan Hamka Indonesia adalah hasil dari perjuangan dan perjalanan panjang yang dimulainya sejak kanak-kanak dulu. Keterampilan berwirausaha tidak datang begitu saja. Ia ditempa dari banyak latihan dan kegagalan.

Impitan ekonomi sebagai anak kedua dari 10 saudara membuat Elsa kecil harus ikut membantu perekonomian keluarga.

Ayahnya bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) golongan rendah di kantor kelurahan di Kota Padang. Gaji ayahnya kerap tidak cukup, karena dipotong untuk membayar utang.

Baca Juga

Mental usahanya itu dipupuk ketika ikut menjajakan kue mangkuk buatan sang ibu keliling kampung.

Elsa juga membawa kue tersebut ke sekolah. Aktivitas ini ia lakoni berdua dengan kakak laki-lakinya.

"Waktu itu tahun 1998, karena krisis dan gaji Papa dipotong, karena kondisi sulit lalu saya ikut membantu ibu menjual kue mangkuk. Tak jarang dulu juga sempat dimarahi guru karena berjualan di kelas," kenang Elsa.

Naluri membantu ibu itu kemudian menjadi "candu". Sejak hari itu Elsa terus belajar untuk menghasilkan uang sendiri.

Dimulai dengan menjual hasil kebun ibu ke pasar. Kemudian menjual jilbab pada teman di sekolah.

"Bahkan ketika SMA, ada salah satu toko jilbab di Pasar Raya memberikan kepercayaan untuk memasarkan jilbab mereka ke teman dan guru. Kepercayaan itu didapatkan karena saya rajin berbelanja jilbab untuk dijual kembali," tuturnya.

Kegigihan Elsa dalam berjualan membuatnya dapat mencukupi kebutuhannya untuk mendaftarkan diri mengikuti persiapan menghadapi seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Tidak hanya mampu membayar bimbingan belajar (bimbel) persiapan penerimaan seleksi masuk PTN.

Elsa juga mampu membayar biaya SPP dan kebutuhannya selama berkuliah di Universitas Andalas.

"Motivasi berjualan itu dilandasi keinginan mengakses bimbel. Apalagi melihat teman-teman di sekolah belajar di bimbel sepulang sekolah," kenang Elsa seraya mengatakan hingga setelah menjadi ibu, naluri usaha ini terus mengalir.

Mompreneur

Bagi Elsa Maharrani, menjadi seorang mompreneur bukanlah hal mudah.

Dalam menjalankan perannya sebagai istri, ibu sekaligus pemilik bisnis, Elsa memiliki beberapa prinsip dan strategi. Pertama dan utama adalah ridho suami.

"Sebagai istri, ridho suami itu paling utama dalam hal apapun. Tak hanya sebagai support system utama, sang suami juga ikut memberi arahan dan masukan bisnis agar usaha ini terus berkembang," tutur perempuan kelahiran Padang, 5 Maret 1990 ini.

Kemudian, membangun tim yang solid. Tim inilah yang memastikan perjalanan usaha dua brand ini selalu on track sesuai sistem yang telah dibuat.

Bagaimana membuat para mitra jahit dan semua yang terlibat dalam bisnisnya mulai produksi hingga distribusi bisa bekerja sesuai sistem yang dibuat dengan baik.

Setelah sistem berjalan, Elsa hanya memerankan fungsi kontrol bisnis. Sebab seluruh lini produksi, administrasi dan sebagainya telah dihandle oleh tim yang terpercaya. Sehingga Elsa tetap bisa menjalankan peran sebagai istri dan ibu.

Kemajuan teknologi juga memungkinkan proses monitoring dilakukan secara online yang bisa dilakukan dimana pun dan kapan pun.

"Jadi kalau di rumah ya saya seperti ibu pada umumnya, menemani belajar atau ngaji. Kalau pas ke kantor ya ngantor tapi fungsi saya hanya di kontrol bisnis. Sebab tim sudah berjalan dengan sistem yang baik," ucap ibu dua anak ini.

Toreh Prestasi Keberhasilan

Maharrani Hijab tak hanya menginspirasi para pelaku usaha dan penggerak wirausaha sosial.

Namun juga mengantarkan Elsa menjadi salah satu penerima anugerah SATU Indonesia Awards 2020 dari PT Astra International Tbk, sebagai 11 tokoh muda Indonesia bidang kewirausahaan.

Penyerahan apresiasi 11th SATU Indonesia Awards tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro pada Sabtu, 31 Oktober 2020 lalu.

Ini merupakan sebuah kejutan bagi Elsa. Apalagi ia tak mengetahui bahwa sang suami telah mendaftarkannya sebagai nominasi dan akhirnya terpilih.

"Pokoknya surprise-lah. Awal September 2020, saya dihubungi pihak SATU Indonesia Awards dari PT Astra International Tbk, karena saya merasa tidak pernah mendaftarkan diri, saya acuhkan. Tahu-tahunya, ketika cerita setelah suami pulang, rupanya dia yang daftarin. Akhirnya ikut, dan terpilih," cerita Elsa sumringah.

Kemenangannya juga menjadi inspirasi bagi Elsa sendiri. Sebab SATU Indonesia Award mempertemukan orang-orang yang satu visi dengannya khususnya dalam semangat sociopreneur.

SATU Indonesia Award juga memberi dampak positif untuk usahanya.

"Dengan terpilih sebagai penerima award, banyak media yang datang untuk meliput usaha ini. Hal tersebut justru menjadi salah satu sarana pengenalan brand Maharrani dan Hamka Indonesia," ungkapnya.

Tak hanya itu, SATU Indonesia Award juga memberikan kesempatan mengakses berbagai kegiatan online dan bertemu dengan berbagai komunitas sehingga menambah jejaring yang bagus untuk perkembangan bisnisnya.

Sebelum SATU Indonesia Award, pada tahun 2019 ia berkesempatan menjadi Finalis Wirausaha Muda Mandiri, Wirausaha Binaan Bank Mandiri.

Penghargaan Wirausaha Bank Indonesia Terbaik 2021 kategori Inovasi dan Kreatif dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar.

Kemudian, Hijrahpreneur 2.0 2021 kategori fashion yang diselenggarakan oleh Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) dan Hijrahfest.

Dan, berbagai prestasi lainnya yang ditoreh Elsa. Prestasi demi prestasi yang ditorehnya memberi ruang dalam pengembangan sekaligus pemasaran bisnisnya.

Di antaranya, dia berkesempatan mengikuti pameran Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2022 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Keikutsertaannya ini difasilitasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar. Kemudian, Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) di Indonesia Convention and Exhibition (ICE), Kompleks Bumi Serpong Damai (BSD), Banten, pada 20-22 Oktober 2022.

"Usai pagelaran JMFW ini, Alhamdulillah, produk Maharrani dan Hamka Indonesia akan dijual The Strand Mall, Petaling Jaya, Malaysia yang merupakan salah satu mal terbesar di Malaysia," sebut Elsa. Ia mengucap syukur atas pencapaian itu.

"Alhamdulillah, kami bersyukur pada Allah, ini merupakan pencapaian yang luar biasa, dan doa para penjahit Maharrani. Sekaligus dukungan Ikra Indonesia dan BI Perwakilan Sumbar," ungkapnya.

Baru-baru ini, Elsa Maharrani tampil bersama pembawa televisi terkenal Andy F Noya dalam Temu Responden 2022, merupakan rangkaian Minangkabau Creative Economy Festival (Minang CrEFT) 2022 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar pada 28 November lalu.

Jauh sebelum itu, Elsa bersama suaminya telah lebih dulu mendirikan Rumah Quran Serambi Minang di bawah Yayasan Serambi Minang Madani.

Santrinya kini melebihi 200 orang, dari anak-anak hingga mahasiswa untuk belajar Al Quran.

"Sebelum korona, rumah tahfiz Quran ini digunakan bergantian dengan tempat memotong kain. Pukul 08.00 WIB - 15.00 WIB untuk kegiatan menjahit, setelah shalat Ashar dipenuhi oleh 200 santri untuk mengaji. Pokoknya sebelum korona di sini selalu ramai oleh anak-anak," imbuhnya.

Elsa pun mengutip hadis HR Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni yan artinya sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.

"Nah saya pengin dengan punya usaha saya juga bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Bagaimana usaha ini nggak hanya kasih profit di dunia tapi juga menjadi jalan menuju surga," harap Elsa. (***)

Komentar