Cegah Stunting, Genius Bantu Warga dengan Sembako

Metro- 16-12-2022 14:21
Wako Genius Umar salurkan bantuan sembako kepada keluarga kurang mampu yang beresiko stunting. Jumat (16-12-2022). (Dok : Istimewa)
Wako Genius Umar salurkan bantuan sembako kepada keluarga kurang mampu yang beresiko stunting. Jumat (16-12-2022). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala.com - Untuk mencegah kasus stunting di Kota Pariaman, Wali Kota Pariaman Genius Umar menyalurkan bantuan berupa sembako. Bantuan itu diberikan kepada keluarga kurang mampu yang beresiko adanya stunting. Penyerahan bantuan bertempat di Pendopo Walikota Pariaman, Jumat (16/12).

"Kegiatan ini adalah wujud aksi nyata Pemko Pariaman dalam mendukung program pemerintah pusat terkait percepatan penurunan angka stunting. Menang saat ini kita telah berhasil menurunkan angka stunting, dari 20.3 % menjadi 16 %. Namun kita tidak boleh berhenti sampai disini karena target kita adalah anak -- anak Kota Pariaman tumbuh dan berkembang dengan sebaiknya dan zero stunting, " ungkap Wako Pariaman Genius Umar usai penyerahan bantuan.

Pemberian bantuan untuk keluarga kurang mampu bersumber dari APBD Kota Pariaman melalui Dinas Pertanian pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Pariaman pada kegiatan penanganan kerawanan pangan kabupaten/kota. Adapun bantuan sembako yang diberikan berupa beras 10 kg, telur, minyak goring, kacang hijau, susu bubuk, biscuit dan gula.

Baca Juga

"Pada kesempatan ini, kita menegaskan kepada penerima bantuan agar betul -- betul memanfaatkan sembako untuk makanan sehari -- hari keluarga khususnya anak -- anak. Tidak hanya pemberian sembako, kita juga harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana hidup sehat dan pentingnya mencegah stunting, " tambahnya.

Selalu ada aspek edukasi untuk masyarakat dengan memberikan pemahaman kepada setiap keluarga untuk tahu, mau, dan mampu menolong diri sendiri menuju kehidupan yang lebih baik, sehat serta sejahtera. Stunting bukan merupakan suatu penyakit, melainkan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

"Semoga saja 50 KK di Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman yang menerima bantuan ini, dapat memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin sehingga keluarga tersebut mampu keluar dari zona rawan stunting, " tutupnya. (*)

Komentar