Marwah Pendiri Taman Siswa Kembali Bangkit

Edukasi-175 hit 04-07-2020 11:40
Peserta seminar nasional daring yang diadakan Unitas Padang dan BEM kampusnya dalam peringati HUT Taman Siswa ke-98 tahun, di Kampus Unitas Padang, Jumat (3/7). (Dok : Istimewa)
Peserta seminar nasional daring yang diadakan Unitas Padang dan BEM kampusnya dalam peringati HUT Taman Siswa ke-98 tahun, di Kampus Unitas Padang, Jumat (3/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Sosok pejuang pendidikan, Ki Hajar Dewantara menjadi topik utama pada seminar nasional yang diadakan Universitas Universitas Tamansiswa (Unitas) yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kampus ini, Jumat (3/7).

Seminar nasional bertajuk "Mengupas Sejarah Perjuangan Pendidikan Ki Hajar Dewantara, dari Zaman Kolonial sampai Mileneal," ini dilakukan secara daring (zoom meeting) dan diikuti sekitar 236 orang peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia juga berhubungan dengan hari ulang tahun lahirnya Taman Siswa ke-98 tahun.

Kabid Pendidikan dan Kebudayan Unitas Padang, Ki Jal Atri yang membuka seminar daring ini menyampaikan kondisi dari sosok dari Ki Hajar Dewantara saat ini.

Baca Juga

"Saat ini nama besar pejuang pendidikan Ki Hajar Dewantara dirasa mulai memudar di mata masyarakat Indonesia. Ini dikarenakan tergerus oleh Westernisasi, sehingga masyarakat lebih mementingkan popularitas tanpa pernah mau mengingat lagi sejarah," kata Ki Jal yang menjadi salah satu dari tiga pemakalah pada seminar itu.

Pada seminar itu, tampil juga Rektor Unitas Palembang DR Azwar Agus SH M.Hum dan Rektor Unitas Padang Sepris Yobaldi, SE ME sebagai pemakalah.

Sekaitan dengan acara Webinar tersebut, ketua pelaksana Rendy Novemulya didampingi Dirjend Kominfo BEM Unitas Padang, Wulan Inayah Novrianto Putri mengatakan, acara ini dibuat untuk membangkitkan kembali nilai-nilai luhur Taman Siswa, dimana generasi mendatang masih mau mengingat sejarah pendidikan.

"Kami generasi muda saat ini tidak ingin generasi mendatang lupa akan sejarah bangsa, sehingga tidak bisa mempertahankan nasionalisme bangsa," ungkap Rendy.

Hal ini dipertegas Wulan Inayah, dimana kehormatan bangsa terletak pada bagaimana semua orang bisa menghargai jasa pahlawan.

"Kita ada dan bebas bersuara saat ini karena jasa para pendahulu yang sudah berjuang untuk semua ini, jangan pernah lupakan sejarah, termasuk sejarah pendidikan dimana pelakunya adalah Ki Hajar Dewantara, dengan Taman Siswa-nya dengan lambang Garuda Cakra," ulas Wulan.

Ditambahkannya, sampai saat ini lambang Garuda Cakra serta motto yang diajarkan Ki Hajar Dewantara masih tetap ada, yakni Tutwuri Handayani.

Selang dia jam Webinar berlangsung, acara ini resmi ditutup Rektor Unitas Padang Sepris Yonaldi, dengan kesimpulan tetap berpegang teguh pada janji suci Ki Hajar Dewantara, mendidik anak bangsa, menuju merdeka sesuai perkembangan zaman.

Komentar