Herry Martinus: Bakal Diterapkan di Seluruh Daerah

Metro- 11-01-2023 07:46
Rapat koordinasi tim satgas pengawasan BBM dan LPG Sumbar dengan Pertamina Sumbar, di Padang, Selasa (10/1) kemarin. (Dok : Istimewa)
Rapat koordinasi tim satgas pengawasan BBM dan LPG Sumbar dengan Pertamina Sumbar, di Padang, Selasa (10/1) kemarin. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala.com - Satuan Tugas Pengawasan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG Sumbar yang diketuai Kepala Dinas ESDM, Herry Martinus beri apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga.

Apresiasi ini disampaikan Herry Martinus dalam rapat koordinasi tim satgas yang berlangsung di Padang, Selasa (10/1) kemarin.

Herry Martinus menjelaskan, pihaknya menilai, pelaksanaan ujicoba Full Cycle Subsidi Tepat Produk JBT (Biosolar) yang diselenggarakan di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota sejak beberapa waktu lalu, cukup efektif dan akan dikaji untuk diterapkan daerah lain di Sumbar.

"Program ini, secara bertahap harus dikembangkan untuk daerah lain di Sumbar, sehingga subsidi biosolar lebih tepat sasaran. Nanti kami akan membentuk tim kecil antara tim satgas, Pertamina dan Telkom untuk keberlanjutannya," sebut Herry.

Sebelumnya, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Sumbar, Narotama Aulia Fazri menyebut, penerapan QR code pembelian solar di Payakumbuh dan Limapuluh Kota sudah berlangsung cukup baik.

"Setiap pembeli biosolar wajib bertransaksi menggunakan QR Code, apabila tidak menggunakan QR Code sampai saat ini masih dilayani dengan pembatasan 20 liter per hari," urai Narotama.

Dia menjelaskan, dari penerapan ujicoba itu, menunjukkan volume penjualan biosolar menggunakan QR Code adalah sebesar 82 persen, sedangkan sisanya merupakan pembeli yang tidak mendaftarkan kendaraannya.

"Benefit dari program ini, kami dapat mengetahui kendaraan yang membeli biosolar secara terperinci, kapan membelinya, di SPBU mana, berapa volume yang dibeli, termasuk logis tidaknya beberapa kendaraan yang melakukan pembelian BBM JBT 200 liter per hari di SPBU yang sama setiap hari nya," jelas Narotama.

Padahal, lanjut dia, dengan 200 liter mungkin sebuah kendaraan dapat berjalan sampai 800 km.

"Terhadap nomor-nomor dari plat kendaraan yang dinilai tidak logis itu akan kami serahkan ke Tim Satgas Pengawasan BBM dan LPG Sumbar dan dilanjutkan ke Tim penyidik untuk ditindak lanjuti penyelidikannya," pungkas Narotama.

Komentar