Guru Penggerak Dituntut Bangun Kolaborasi

Edukasi- 15-01-2023 13:16
Bupati Pessel Rusma Yul Anwar, mewisuda 110 guru penggerak di kabupaten itu, Sabtu (14/1). (Dok : Istimewa)
Bupati Pessel Rusma Yul Anwar, mewisuda 110 guru penggerak di kabupaten itu, Sabtu (14/1). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Painan, Arunala.com - Para guru penggerak di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) diminta jangan hanya menargetkan jenjang karirnya menjadi kepala sekolah atau pengawas saja.

Karena, dengan hanya menargetkan posisi itu, menjadikan ruhnya sebagai pendidik akan hilang.

Ini dikemukakan Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar pada acara Wisuda Guru Penggerak Angkatan IV Kabupaten Pessel Tahun 2023, di Painan, Sabtu (14/1) kemarin.

Baca Juga

Rusma Yul Anwar menyebutkan, program guru penggerak yang diterapkan di Pessel ini, merupakan tugas besar yang harus dilaksanakan di samping tugas mengajar.

"Karena, dalam program guru penggerak yang utama adalah kolaborasi. Untuk diketahui pula status guru penggerak jangan dianggap eksklusif," ucap Rusma Yul Anwar dalam rilisnya diterima Arunala.com , Minggu (15/1). Dia melanjutkan, tidak mudah memang tugas guru penggerak ini, karena membutuhkan semangat serta daya juang tinggi.

"Inilah tanggungjawab yang paling diharapkan dari seorang guru," ujar Rusma Yul Anwar lagi.

Di sisi lain, Rusma Yul Anwar menerangkan, pendidikan siswa jangan hanya diisi dengan kemampuan secara intelektual saja.

Tapi butuh hal lain untuk melengkapinya. Misalnya kearifan, kehalusan budi pekerti, mesti ikut diajarkan juga ke anak didik (siswa)," ungkapnya lagi.

"Tidak perlu pujian, kata-kata bagus. Tetapi perlu hasil yang bagus dari apa yang telah kita lakukan," imbuh Rusma Yul Anwar.

Sebelumnya, pada Sabtu (14/1), itu, ada 110 orang guru penggerak diwisuda pada angkatan IV di Kabupaten Pessel tahun 2023.

Komentar