Wisata Religi Batuhampar jadi Kajian Mahasiswa UNP

Wisata- 15-01-2023 20:00
Mahasiswa UNP jurusan Sejarah yang KKN Tematik di Nagari Batuhampar sedang bersihkan situs wisata religis di nagari itu. (Dok : Istimewa)
Mahasiswa UNP jurusan Sejarah yang KKN Tematik di Nagari Batuhampar sedang bersihkan situs wisata religis di nagari itu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Limapuluh Kota, Arunala.com - Wisata religi yang ada di Nagari Batuhampar, Kabupaten Limapuluh Kota, jadi objek penting untuk kajian bagi mahasiswa UNP, jurusan Sejarah dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

Kegiatan KKN Tematik yang dilakukan mahasiswa jurusan Sejarah UNP itu dibimbing langsung oleh tiga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr Aisiah, M.Pd, Rini Afriani, M.Pd dan Rahmiati, M.Pd.

"Kegiatan KKN ini merupakan tindak lanjut dari pengabdian almarhum Prof. Dr. Mestika Zed, MA untuk kampung halamannya," kata ketua program KKN-TBS Sejarah UNP, Aisiah, Minggu sore (15/1).

Baca Juga

Dia menyebut, sebelumnya, tim yang dia pimpin telah berkoordinasi dengan Wali Nagari Batuhampar, Asra Arafat terkait pelaksanaan sejumlah program kegiatan yang berfokus pada penguatan potensi wisata religi nagari tersebut.

Sedangkan, Ketua tim pelaksana KKN-TBS Sejarah, Sabarnuddin, menegaskan, informasi dari DPL bahwa Nagari Batuhampar memiliki berbagai peninggalan sejarah seperti surau, makam, menara, dan peninggalan lainnya di sekitar Pondok Pesantren Al-Manaar.

"Peninggalan-peninggalan ini menjadi saksi bisu cerita tentang perkembangan dan kemajuan peradaban Islam di daerah ini, namun peninggalan tersebut kondisinya kurang terawat dan dikelola dengan baik sehingga perlu direvitalisasi," ujar Sabarmuddin.

Dia juga menegaskan, program kegiatan revitalisasi objek-objek wisata religi telah disusun oleh DPL dan telah dipaparkan kepada 31 mahasiswa jurusan Sejarah, yang menjadi pelaksana teknis di lapangan.

"Di nagari itu, kegiatan yang kami lakukan antara lain, pendataan kembali objek-objek wisata religi di kompleks surau Batuhampar dan ponpes Al Manaar, pembuatan narasi historis mengenai objek wisata religi," jelas Sabarmuddin.

Selain itu, sambungnya, juga ada penyajian informasi publik dan promosi wisata berupa publikasi objek wisata religi dan wisata sejarah di media cetak dan digital, penataan lingkungan sekitar kawasan objek wisata religi (kompleks surau dan Ponpes Al Manaar).

Serta memberikan pelatihan kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Lebih lanjut, Sabarnuddin mengatakan, timnya sudah memulai kegiatan KKN selama satu minggu sejak awal kedatangan mereka pada Minggu, (8/1) lalu.

"Kami akan melakukan pengabdian selama satu bulan tepatnya hingga tanggal 9 Februari 2022 mendatang di Nagari Batuhampar," pungkas Sabarnuddin.

Komentar