Kota Padang akan jadi Tuan Rumah 4Th ROSADE 2023

Metro- 17-01-2023 19:33
Pamflet 4th ROSADE 2023. (Dok : Istimewa)
Pamflet 4th ROSADE 2023. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - Kota Padang akan menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional.

Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Regional Sumatera mengadakan pertemuan ilmiah 4Th Regional Obgyn Sumatera Update (ROSADE 2023) pada 10-14 Februari mendatang.

Pertemuan ilmiah yang akan diadakan di Hotel Santika Premiere Padang ini mengusung tema From clinical to daily practice to improve women health. Dan akan dibuka oleh Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy.

"ROSADE merupakan acara tahunan yang diselenggarakan POGI Regional Sumatera. Pertemuan ilmiah tahun ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan dibidang Obstetri dan Ginekologi bersifat aplikatif untuk praktik sehari-hari," kata Ketua Pelaksana ROSADE 2023, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS, kepada Arunala.com .

Dovy mengatakan pertemuan ilmiah tersebut akan dilaksanakan secara luring.

Tentunya dengan mengusung tema From clinical to daily practice to improve women health.

"Diharapkan melalui pertemuan ilmiah itu dapat meningkatkan derajat kesehatan wanita Indonesia," harap Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP Dr M Djamil Padang ini.

ROSADE 2023, tutur Dovy, juga mengadakan workshop yang bertujuan untuk meningkatkan tidak hanya pengetahuan.

Akan tetapi juga keterampilan untuk menentukan manajemen temuan selanjutnya sebagai keterampilan dasar dalam mendiagnosa dan penatalaksanaan kasus.

"Kami menyajikan simposium dari ahli di bidangnya secara holistik dan interaktif. Salah satu pemateri Wali Kota Metro Lampung dr H Wahdi Siradjuddin SpOG (K). Peserta juga akan akan memiliki pengalaman melalui hands-on dan proaktif lainnya sesi workshop," ungkap ayah dua anak ini.

Sementara itu, Ketua Umum PP POGI Prof Dr dr Yudi Mulyana Hidayat SpOG SubspOnk D MAS MKes mengatakan profesi spesialis kebidanan dan kandungan menjadi sorotan banyak pihak terutama dalam masalah masih tingginya angka kematian ibu di Indonesia.

Sebagai dokter kebidanan dan kandungan kita dituntut untuk terus aktif dalam melakukan pelayanan kesehatan optimal.

"Ini demi tercapainya Sustainable Development Goals untuk mengurangi risiko kematian ibu global menjadi kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Strategi yang kuat untuk mengatasi masalah kesehatan maternal sangat diperlukan dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia emas 2045," ungkapnya.

Ia mengatakan tujuan dan harapan pertemuan ini adalah untuk menambah ilmu serta keterampilan yang lebih maju dan terkini dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul terkait pelayanan di bidang kebidanan dan kandungan.

"Kami berharap pertemuan ilmiah tersebut berjalan lancar dan baik. Keindahan alam Sumbar dan nikmatnya kuliner serta kudapan akan menemani kita semua dalam pertemuan ilmiah ini," ucap Ketua Umum PP POGI ini.

Komentar