Satu Balon DPD Sumbar Tak Lanjut Mencalon

Metro- 23-01-2023 14:48
LO dari bakal calon DPD serahkan hasil perbaikan dukungan kepada operator KPU Sumbar, dan Bawaslu Sumbar mengawasinya, Minggu malam (22/1). (Foto : Arzil)
LO dari bakal calon DPD serahkan hasil perbaikan dukungan kepada operator KPU Sumbar, dan Bawaslu Sumbar mengawasinya, Minggu malam (22/1). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala.com - Satu bakal calon (balon) anggota DPD RI dari Sumbar, tidak melanjutkan langkahnya untuk mencalon.

Pasalnya, di hari terakhir penyerahan hasil perbaikan dukungan balon DPD Sumbar itu, hanya satu orang yang tidak menyerahkan atas nama Fatri Hayani.

Pada hal, sebelum batas akhir penyerahan hasil perbaikan dukungan yang ditetapkan pada Minggu (22/1) hingga pukul 12.59 WIB, KPU RI telah mengeluarkan surat dinasnya bernomor 89/PL.01.4-SD/05/2023 tertanggal 21 Januari 2023.

Dalam surat dinas itu, KPU beri perpanjangan waktu penyerahan hasil perbaikannya dukungan balon 2 x 24 jam.

"Untuk yang bersangkutan, kami sudah konfirmasi baik lewat telefon maupun via WhatsApp, yang bersangkutan nyatanya tidak menyerahkan dukungan perbaikan, sehingga dengan otomatis bakal calon bersangkutan tidak diberikan penambahan waktu 2 - 24 jam tersebut," kata Gebril Daulai kepada Arunala.com , Senin dini hari (23/1).

Karena, sebut Gebril, syarat untuk mendapatkan penambahan waktu perbaikan dukungan itu bagi bakal calon yang telah datang ke KPU Sumbar, kemudian registrasi dan selanjutnya menyerah dukungan perbaikan, tapi kemudian belum semua data dan dokumennya ter-input dan terunggah ke sistem informasi pencalonan (Silon).

Ditanya alasan KPU beri penambahan waktu itu apakah karena aplikasi Silon KPU bermasalah?

Untuk hal ini, Gebril menjawab dalam surat dinas KPU RI itu tidak menjelaskan secara detail apa yang menjadi alasan dari penambahan waktu tersebut.

"Tapi, kalau dalam pengalaman kami (KPU Sumbar, red) dalam penyerahan dukungan perbaikan pada tanggal 16-17 Januari lalu, yaitu pada hari pertama dan kedua penyerahan perbaikan dukungan itu memang terkendala dalam Silon," ujar Gebril.

Akibatnya, sambung Gebril lagi, para bakal calon tidak mengakses web Silon untuk bisa meng-input data dan mengunggah dokumen perbaikan dukungannya.

Komentar