KPU Jamin Hak Pilih Warga di Pilkada 2020

Metro-269 hit 18-07-2020 13:07
Pensiunan Polri, Jufnedi merasa bahagia saat dikunjungi PPDP Kota Padang untuk pendataan pemilih Pilkada 2020, Sabtu (18/7). (Dok : Istimewa)
Pensiunan Polri, Jufnedi merasa bahagia saat dikunjungi PPDP Kota Padang untuk pendataan pemilih Pilkada 2020, Sabtu (18/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Sabtu (18/7) secara serentak, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar melaksanakan Gerakan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Pilkada 2020 di kabupaten kota di Sumbar.

Dalam pelaksanaan ini, KPU Sumbar menurunkan beberapa tim ke daerah dengan tujuan agar Coklit menyasar masyarakat serta menjamin hak pilihnya pada Pilkada serentak 2020 ini.

Di Kota Padang Panjang misalnya, Anggota KPU Sumbar sekaligus Kordiv Teknis, Izwaryani yang memantau langsung Coklit di kota itu bersama KPU Kota Padang Panjang menyebutkan jangan sampai masyarakat yang sudah meninggalmasih terdata sebagai pemilih.

Baca Juga

"Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di Kota Padang Panjang untuk bisa memastikan keakuratan data pemilih yang mereka data," kata Izwaryani.

Disampaikannya, penyusunan data pemilih sangat menentukan kualitas Pilkada 2020 . Karena itu, dimaksudkan untuk memberi jaminan terhadap hak pilih masyarakat dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang.

"Jaminan yang diberikan adalah dalam bentuk memastikan hak masyarakat terpenuhi. Artinya, semua rumah wajib dikunjungi, lalu petugas mencoklit. Kalau belum terdaftar dimasukkan daftar," jelas Izwaryani.

Bagi warga yang tidak memiliki KTP di tempat tinggalnya sekarang, lanjut Izwaryani, jangan dimasukkan daftar tapi dicatat untuk dilaporkan. Lalu disarankan agar dia melaporkan ke kelurahan sesuai identitas kependudukannya.

"Petugas harus memberi kode yang tepat di daftar pemilih itu, sehingga tidak ada lagi warga yang sudah meninggal masih tercatat sebagai pemilih. Ini pentingnya Coklit ini untuk merapikan data pemilih," tegas Izwaryani.

Di Kota Sawahlunto, Anggota KPU Sumbar, Yanuk Sri Mulyani mengatakan kehadiran KPU Sumbar di Kota Sawahlunto selain memonitor Coklit serentak juga berikan supervisi kepada KPU Kota Sawahlunto.

"Gerakan Coklit serentak (GCS) dilaksanakan 18 Juli 2020 dimana KPU provinsi, KPU kabupaten kota, PPK, PPS dan PPDP wajib mengikuti apel kesiapan Coklik serentak selanjutnya melakukan coklit serentak minimal ke Lima (5) rumah pemilih di wilayah kerja masing- masing," ujar Yanuk.

Sementara itu, proses Coklit pemilih di Kota Padang yang dilakukan Sabtu (18/7) itu ada hal yang menarik.

Pasalnya, ada seorang Tokoh masyarakat Sarang Gagak, Kelurahan Anduriang, Kecamatan Kuranji, Jufnedi sumringah didatangi petugas pendata pemilih, Panwas kecamatan di rumahnya hari itu.

"Selama 37 tahun saya menunggu, akhirnya saya bisa ikut memilih. Biasa saja sih sebenarnya. Tapi ini momentum setelah usai bertugas sebagai Anggota Polri," sebut Jufnedi.

Dapat dimaklumi kegirangan Jufnedi bisa ikut memilih pada Pilkada serentak nanti. Soalnya dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 mengatur netralitas TNI/Polri dalam Pemilu.

"Memang, selama bertugas sebagai Polri saya sebagai Polri dituntut netral. Tapi setelah pensiun, saya dapat hak suara memilih," kata Jufnedi.

Komentar