Masyarakat Lengayang Usulkan Pemekaran Nagari

Metro-184 hit 20-07-2020 13:48
Teks foto saat Komisi 1 DPRD Sumbar saat sosialisasi di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (19/7). (Dok : Istimewa)
Teks foto saat Komisi 1 DPRD Sumbar saat sosialisasi di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (19/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Masyarakat di Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan saat ini menginginkan adanya pemekaran Nagari di kecamatan mereka.

Keinginan itu mencuat ketika rombongan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar menyosialisasikan Peraturan daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2018, Tentang Nagari di kecamatan itu, Jumat (19/7) lalu.

"Saat ini DPRD Sumbar telah mengesahkan Perda Nagari, meski pembahasannya memakan waktu cukup panjang. Untuk itu pemerintah kabupaten kota mesti menindaklanjuti di daerah masing-masing," kata Ketua Komisi I DPRD Sumbar Samsul Bahri pada pertemuan tersebut.

Baca Juga

Perda Nagari menurutnya merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa.

"Berbicara pemerintahan nagari, tidak hanya mengenai masalah administrasi pemerintahan saja, tapi juga harus mengakomodir nagari sebagai kesatuan adat," sebut Samsul Bahri yang saat itu juga didampingi Wakil Evi Yandri Rajo Budiman, Sekretaris H. M. Nurnas, Zarfi Deson,Muhammad Ridwan dan Bakri Bakar.

Mengenai keinginan masyarakat Lengayang yang meminta pemekaran Nagari di wilayahnya, Samsul Bahri mengatakan DPRD Sumbar siap mendukung aspirasi masyarakat itu.

"Kami di Dewan siap menjembatani, namun melalui aturan yang berlaku," katanya lagi.

Anggota Komisi I DPRD Sumbar Zarfi Deson yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Lengayang menilai, usulan pemekaran nagari di Kecamatan Lengayang sangat relevan dengan kondisi daerah saat ini.

Lengayang merupakan kecamatan yang paling luas di Kabupaten Pesisir Selatan namun, memiliki sembilan nagari.

" Saya merupakan putra asli Lenggayang, pemekaran nagari sangat dibutuhkan oleh daerah ini,"

Dia mengatakan Lengayang merupakan salah satu daerah potensial di Sumatera Barat. Dahulunya pernah menjadi lumbung padi dan membatu provinsi mendapatkan predikat swasembada pangan.

Dia mengatakan, dari masukan unsur pemangku adat Pesisir Selatan, kabupaten ini mesti memiliki Perda tentang pemekaran nagari, sehingga setiap pengajuan tidak menyalahi aturan yang berlaku.

"Untuk pemekaran nagari sekarang, harus dimulai dari bawah dan telah diatur oleh regulasi pemerintah pusat. Misalnya telah dipenuhi nya perihal administrasinya. Bila sudah begitu, Komisi I DPRD Sumbar siap menjembatani," katanya.

Camat Lengayang, Zoni Eldo mengatakan sosialisasi Perda tentang Nagari merupakan salah satu tugas DPRD Sumbar.

Perda ini, disahkan pada akhir tahun 2018. Dengan adanya sosialisasi, diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan mengakomodir kebutuhan masyarakat.

Komentar