Menteri KKP Minta Unand Tingkatkan Kolaborasi Hasil Riset

Metro- 16-03-2023 21:04
Foto bersama Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Gubernur Sumbar Mahyeldi, Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH. (Dok : Istimewa)
Foto bersama Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Gubernur Sumbar Mahyeldi, Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH. (Dok : Istimewa)

.

"Kita apresiasi peluncuran pusat riset stem cell dan biobank yang diharapkan bisa menjawab tantangan di bidang kesehatan," ujarnya.

Sakti Wahyu Trenggono menilai kelemahan riset di Indonesia bukan pada SDM para peneliti, tetapi pada pola pikir yang individualistik dan tidak mau bekerja sama dengan pihak lain.

Padahal, untuk mewujudkan hasil riset itu menjadi produk, tidak bisa dilakukan sendiri, sehingga hasil riset yang sebenarnya bagus, terhenti begitu saja.

"Ini yang perlu disadari oleh perguruan tinggi. Riset bidang kesehatan umpamanya, harus didukung oleh bidang lain seperti teknik, sehingga nantinya bisa menjadi produk yang bisa dipakai secara luas," ujar mantan Wakil Menteri Pertahanan itu.

Menurutnya, pengembangan Unand ke depan harus mengedepankan pemanfaatan teknologi. Karena selama ini, Indonesia masih impor alat kesehatan dari luar negeri.

"Teknologi itu alat, namun Indonesia belum mampu menciptakannya. Saya mimpi, Fakultas Kedokteran bekerja sama dengan Fakultas Teknik, 15 sampai 20 tahun lagi sudah mampu membuat terobosan teknologi itu. Jadi tidak ada lagi impor alat," ujarnyanext

Komentar