Manfaatkan Teknologi Daring Pasarkan Produk UMKM

Ekonomi-172 hit 01-08-2020 12:21
Anggota DPR RI, Nevi Zuairina bersama wartawan saat diskusi menyangkut UMKM dan hal lainnya, di Padang, Jumat (31/7). (Dok : Amz)
Anggota DPR RI, Nevi Zuairina bersama wartawan saat diskusi menyangkut UMKM dan hal lainnya, di Padang, Jumat (31/7). (Dok : Amz)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Sektor Usaha mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu dari beberapa topik pembicaraan yang diungkapkan Anggota DPR RI Fraksi PKS asal Sumbar, Nevi Zuairina dengan sejumlah wartawan di sebuah kafe yang ada di kawasan Jalan Nipah, Pondok, Kota Padang, Jumat (31/7).

Di hari terakhir masa reses Anggota DPR RI, Nevi Zuairina menyampaikan konsistensi dirinya dalam memperjuangkan kemudahan bagi pelaku UMKM.

"Sesuai Komisi yang saya masuki, memang sektor UMKM mulai jadi jadi perhatian pemerintah, sebab di sektor ini banyak tenaga kerjanya," kata Nevi Zuairina.

Baca Juga

Salah satu bukti perhatian itu berupa pengalokasian anggaran negara untuk UMKM itu, dari totalnya sebesar Rp123,4 triliun untuk UMKM terbagi menjadi program Subsidi bunga Rp35,2 triliun dan penempatan dana restrukturisasi Rp78,7 triliun," kata Nevi.

Meskipun ini harusnya diketatkan pelaksaanaan dan pengelolaannya dari sejak Maret lalu, tapi bila pimpinan negara sudah mulai peduli UMKM, meski terlambat, masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

Melihat adanya perhatian itu, Politisi PKS ini meminta kepada Kementerian Koperasi dan UMKM (KemenkopUKM) harus menjadi terdepan pada keberpihakan untuk rakyat kecil.

Hal lain yang juga dia perhatikan adalah menyangkut perkembangan UMKM mulai dari hulu (pendanaan) hingga hilir berupa hasil usaha berikut mencarikan pangsa pasar di produk UMKM itu.

Memang, terang Nevi, pemerintah memberikan bantuan pendanaan melalui berbagai program misalnya dari Kementerian Koperasi dan Perdagangan, bantuan modal bagi UMKM juga dikucurkan dari berbagai BUMN melalui program bina mitranya.

"Ini salah satu contoh bagaimana kami di Fraksi PKS DPR RI mendorong para pelaku UMKM bisa terus berkembang," ulas Anggota DPR RI ini.

Tidak itu saja, Nevi menambahkan persoalan hilirisasi juga tugas dia dan teman-temannya di DPR dengan mencarikan peluang pasar bagi produk UMKM itu.

"Sekarang ini memang ada negara yang membebaskan dan meringankan bea masuk barang ke negaranya. Namun untuk memasarkan produk UMKM itu, tentunya kita harus melihat dulu produk UMKM seperti apa yang mereka butuhkan di negara mereka," sebut Nevi.

Dirinya juga mengimbau bagi pelaku UMKM yang menjalankan usaha jangan mengambil resiko dengan orderan tidak jelas, apa lagi tidak memakai perjanjian atau kontrak kerja.

"Kami DPR-RI dan Pemerintah sepakat untuk bisa menerima dan memasarkan hasil produk UMKM, dengan memperhatikan packaging nya," ulas Nevi.

Dia juga minta pelaku UMKM juga bisa memasarkan produknya dengan cara daring atau online. Sebab data yang didapat menunjukkan, aktivitas digital belum mampu mendongkrak ekonomi secara nasional.

"Kami di DPR, khususnya F-PKS akan terus kawal usaha masyarakat, baik dari hulu sampai hilir sehingga perekonomian rakyat makin meningkat, dan UMKM menjadi idola," tutup Nevi.

Komentar