Gubernur : Tenaga Kesehatan Berkualitas Masih Kurang

Metro-210 hit 03-08-2020 22:23
Gubernur Irwan Prayitno meresmikan kehadiran Universitas Perintis Indonesia (Upertis) Padang, Senin (3/8). (Dok : Istimewa)
Gubernur Irwan Prayitno meresmikan kehadiran Universitas Perintis Indonesia (Upertis) Padang, Senin (3/8). (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyebutkan tenaga kesehatan di Sumbar masih kurang dari segi kualitas atau mutunya.

Hal itu disampaikan Irwan Prayitno di acara Launching Universitas Perintis Indonesia (Upertis) Padang, Senin (3/8).

Turut hadir saat launching Upertis antara lain, Forkopimda, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, Ketua Yayasan, para rektor Universitas Negeri di Kota Padang, serta undangan lainnya.

Baca Juga

"Memang kebutuhan terhadap tenaga kesehatan masih banyak, walaupun pemerintah melakukan moratorium penerimaan ASN di bidang kesehatan dan juga menteri pendidikan masih moratorium untuk mendirikan sekolah-sekolah kesehatan," kata Irwan Prayitno.

Namun, sambung gubernur ini, kenyataan di lapangan Sumbar masih membutuhkan tenaga kesehatan.

"Ini saya catat, bukan karena kurang kebutuhan, tapi kurang kualitas, kurang mutu," kata Irwan Prayitno lagi.

Apalagi, lanjut dia, saat ini ada pandemi Covid-19. Tentunya tenaga kesehatan yang jadi garda terdepan dalam mengatasi penyebaran Covid-19

Hal ini, sambung Irwan Prayitno tentu menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan untuk lebih waspada lagi.

"Untuk itu dengan hadirnya Universitas Perintis Indonesia (Upertis) hari ini, bisa melahirkan tenaga kesehatan yang punya sumber daya manusia (SDM) yang andal, berkualitas, dan siap menjawab tantangan yang ada," kata Irwan Prayitno.

Sedangkan Rektor Upertis Indonesia dr Apt Elfi Sahlan Ben menyampaikan kepercayaan dan kerjasama adalah modal dalam menjawab tantangan dari sebuah perguruan tinggi.

"Tanpa kepercayaan, tanpa kerjasama, kerjasama dari semua unsur, baik dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa maupun pemerintah daerah, semua tantangan itu tidak bisa kita lewati," ucap Elfi Sahlan Ben. (rel)

Komentar