KPU Sumbar - Genius Hadapi Jalan Buntu

Metro-395 hit 08-08-2020 12:16
Musyawarah tertutup tahap kedua antar pihak Genius Umar dengan KPU Sumbar di Bawaslu Sumbar. Musyawarah berakhir deadlock, Sabtu (8/8). (Foto : Amz)
Musyawarah tertutup tahap kedua antar pihak Genius Umar dengan KPU Sumbar di Bawaslu Sumbar. Musyawarah berakhir deadlock, Sabtu (8/8). (Foto : Amz)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Musyawarah tertutup tahap dua antara pihak permohon Bapaslon Wakil Gubernur Sumbar jalur perseorangan, Genius Umar dengan KPU Sumbar (pihak Termohon) yang dilaksanakan, Sabtu (8/8) berakhir dengan deadlock.

Musyawarah tahap kedua ini yang pimpin Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Efitrimen itu, mendapati para pihak tidak mendapat kata sepakat karena saling bersikukuh dengan pendapat dan alibinya masing-masing.

"Musyawarah tahap dua ini, kami dengan KPU Sumbar tidak temui kata sepakat dan akan dilanjutkan pada sidang ajudikasi pada Senin (10/8) pukul 14.00 siang, bersifat terbuka," kata Genius Umar kepada Arunala.com usai Musyawarah di Sekretariat Bawaslu Sumbar, Sabtu (8/8).

Baca Juga

Dia menjelaskan, salah satu bentuk tidak tercapainya kesepakatan itu yakni menyangkut kenapa pendukungnya yang tidak ditemui dijadikan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU Sumbar saat verifikasi faktual itu berlangsung.

"Melihat kenyataan itu tentu saya tidak mau, dan minta KPU untuk lakukan verifikasi ulang, dan KPU tidak mau melakukannya," sebut Genius.

"Tujuan kehadiran saya pada musyawarah tertutup tahap kedua itu untuk menyatakan KPU Sumbar ini lembaga publik, maka masyarakat harus tahu apa yang dia lakukannya," tegas Genius Umar.

Terpisah, Anggota KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani yang menghadiri musyawarah tertutup tahap kedua itu menyebutkan musyawarah tertutup tahap kedua yang mereka hadiri kali ini memang tidak menghasilkan kesepakatan.

"Makanya, proses selanjutnya kami akan ikuti musyawarah terbuka atau ajudikasi yang dilaksanakan Senin (10/8) lusa," kata Yanuk yang didampingi Anggota KPU Sumbar Izwaryani, Sekretaris KPU Firman dan beberapa staf lainnya.

Ditanya poin apa yang menjadikan musyawarah kali ini tidak tercapai kesepakatan? Yanuk menjawab hal itu tidak boleh dipublikasikan dan itemnya tidak boleh dipublish.

"Yang jelas, apa yang jadi kesimpulan dari musyawarah tertutup kali ini adalah tidak tercapainya kesepakatan di kedua belah pihak," kata Yanuk Sri Mulyani.

Persoalan yang melibatkan kedua pihak berkaitan dengan penetapan hasil pleno rekapitulasi verifikasi faktual (verfak) syarat dukungan bapaslon perseorangan Fakhrizal -Genius Umar, pada 23 Juli 2020 lalu.

Komentar