Investasi Penting Bagi Sumbar

Metro-174 hit 12-08-2020 10:16
Wagub Nasrul Abit saat kunjungan kerja ke Kecamatan Giliran Gumanti Kabupaten Solok, Senin (10/8) lalu. (Dok : Istimewa)
Wagub Nasrul Abit saat kunjungan kerja ke Kecamatan Giliran Gumanti Kabupaten Solok, Senin (10/8) lalu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Arosuka, Arunala - Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menegaskan pentingnya peran niniak mamak dalam nagari untuk membentuk karakter generasi muda nagarinya.

"Tugas mereka melatih dan mendidik anak kemenakan agar mereka tahu dengan adat istiadat, dan paham tentang sako jo pusako," kata Nasrul Abit saat berada di Kantor Camat Giliran Gumanti, Kabupaten Solok, Senin (10/8).

Menurut dia, pemahaman generasi muda terhadap kearifan lokal di ranah Minang mesti dikembalikan.

Baca Juga

"Pembiayaannya kita upayakan melalui kerjasama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota nantinya," Nasrul Abit lagi.

Disamping itu, tuturnya, pendidikan agama dan pendidikan karakter juga merupakan modal dasar bagi generasi muda guna menghadapi era globlisasi yang penuh dengan berbagai godaan.

"Termasuk bagaimana penerapan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS/ SBK)," katanya.

Menyoal investasi, Nasrul menyayangkan masih adanya keluhan dari sejumlah investor. Pada hal Sumbar membutuhkan pembangunan disegala bidang. Akan sulit jika hanya mengandalkan APBD. Untuk itu diharapkan adanya dukungan dan kerjasama dari seluruh stakeholder terkait.

"Sampai hari ini Sumbar dicap tertutup untuk investasi, persoalan tanah ulayat menjadi momok, bahkan pengusaha Minang sendiri enggan berinvestasi di Sumbar," jelasnya.

Menyikapi ini, dia menyebutkan, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah, tokoh masyarakat, niniak mamak, para perantau, pemuda dan kalangan investor guna pembangunan Sumbar kedepan.

Terakhir Nasrul Abit menyampaikan perlunya penerapan protokol kesehatan pada masa Pandemi Covid-19.

"Covid-19 ini berbahaya, untuk itu semua pihak harus ikuti protokol kesehatan, dan harus menyesuaikan adaptasi kebiasaan baru. Mudah-mudahan vaksin Covid-19 segera ditemukan," ucapnya.

Untuk itu, dirinya berharap kedisiplinan masyarat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sedangkan Camat Hiliran Gumanti, Romi Hendrawan mengatakan sebanyak 77 persen wilayah administratif Kecamatan Hiliran Gumanti berada di kawasan hutan lindung.

"Selebihnya merupakan areal pertanian dan perkebunan," katanya.

Menyangkut tingginya curah hujan yang kerap mengakibatkan banjir di beberapa tempat, ia mengharapkan adanya program normalisasi sungai Batang Aia Kaciak. (rel)

Komentar