KPU Sumbar Kolaborasi dengan Berbagai Komunitas

Metro-191 hit 12-08-2020 18:30
Dua anggota KPU Sumbar Gebril Daulai dan Yanuk Sri Mulyani bersama dewan juri saat launching Lomba Pilgub Sumbar, di Hotel Pangeran Beach Padang, Rabu (12/8). (Foto : Amz)
Dua anggota KPU Sumbar Gebril Daulai dan Yanuk Sri Mulyani bersama dewan juri saat launching Lomba Pilgub Sumbar, di Hotel Pangeran Beach Padang, Rabu (12/8). (Foto : Amz)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar membuat berbagai cara untuk untuk terus meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sumbar pada 9 Desember nanti.

Salah satu upaya dilakukan KPU ini dengan menggandeng sejumlah komunitas mulai dari seni, fotografer hingga komunitas penulis dan kreator film pendek.

Anggota KPU Sumbar sekaligus Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat (Parmad) dan SDM, Gebril Daulai menyatakan berbagai lomba yang diadakan KPU Sumbar merupakan salah satu strategi KPU dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilgub nanti.

Baca Juga

"Pemilihan gubernur dan wakil gubernur nanti dijalankan dalam situasi berbeda yakni dalam kondisi new normal. Jadi pelaksanaannya mulai dari tahapan hingga proses pemungutan suara nanti wajib disesuaikan dengan protokol kesehatan," kata Gebril saat launching lomba Pilgub Sumbar 2020 di Hotel Pangeran Beach, Rabu (12/8).

Sangat disadari, sebut Gebril, untuk Pilgub itu banyak tantang yang hadapi. Pertama, masa pemilihan dalam situasi new normal.

"Dalam pelaksanaannya, tidak hanya penyelenggara saja yang dituntut menerapkan protokol kesehatan, lebih penting lagi masyarakat sebagai pemilih juga diharapkan juga menjalankan protokol kesehatan," pinta Gebril.

Hal kedua, terang Gebril, menyangkut partisipasi pemilih di saat pandemi ini. Soalnya KPU menargetkan partisipasi pemilih di Pilgub nanti sebesar 77,5 persen.

Seperti diketahui, sambung Gebril, di beberapa Pilgub di Sumbar sebelumnya, menunjukkan jumlah partisiapsi pemilih cenderung rendah. Misalnya di Pilgub Sumbar 2005, jumlah partisipasi ini sebanyak 64,5 persen.

Untuk Pilgub 2010 jumlah partisipasi turun menjadi 63,62 persen. Sedangkan di Pilgub 2014 jumlah partisipasi kembali turun menjadi 59,58 persen.

"Melihat dari grafik pemilih di beberapa kali Pilgub itu, tidak mudah memang upaya kami meningkatkan target pemilih apa lagi dalam situasi Covid-19 sekarang ini," jelas Gebril.

Makanya lanjut Gebril, salah satu strategis KPU untuk tingkatkan partisipasi itu yakni berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk sejumlah komunitas yang ada di Sumbar.

"Kami berharap melalui komunitas ini bisa juga mendorong masyarakat untuk menggunakan gak pilih saat pencoblosan nanti, sehingga partisipasi pemilih menjadi tinggi," ujar Gebril lagi.

"Kami sengaja banyak adakan lomba. Ini tidak lain tujuannya agar pemilih tetap merasa dalam suasana kegembiraan dan menyenangkan sehingga bisa lahirkan inspirasi dan motivasi, dan membuat pemilih yang ceria, cerdas dan berintegritas," kata Gebril.

Terpisah, panitia kegiatan Lidya mengatakan launching lomba Pilgub Sumbar 2020 yang dilakukan hari itu jadi langkah awal dimulainya enam lomba yang diadakan KPU Sumbar.

"Enam lomba itu adalah fotografi, film pendek, lomba Mural, menulis, lomba cover jingle dan lomba Tiktok Challenge," jelas Lidya.

Dia menerangkan, untuk lomba Mural dilaksanaksn pada 15-16 Agustus di Kota Bukittinggi. Lalu juga diadakan di Kota Padang pada 29-30 Agustus. Tema utamanya tentang pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

"Untuk lomba menulis, paling lambat karya tulisnya diterima panitia pada 1 Desember, adapun temanya seputar pelaksanaan Pilgub Sumbar, ada juga bertemakan Pemilih tanpa Hoax dan lainnya," urai dia.

Sedangkan untuk lomba foto, karyanya paling lambat diterima panitia pada 18 Desember, karena objek fotonya bisa saja di saat proses pemungutan suara 9 Desember nanti, makanya batas akhir waktu pengiriman foto seusai pemilihan dilakukan," kata Lidya.

Komentar