Rabu Subuh Gempa Guncang Kota Padang

Metro-229 hit 19-08-2020 07:33
Ilustrasi : Gempa Bumi.
Ilustrasi : Gempa Bumi.

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Rabu (19/8) Subuh, sekitar pukul 05.23 WIB Kota Padang dilanda gempa bumi yang terasa cukup kuat goyangannya.

Kontan kejadian itu membuat warga yang tinggal sekitar Jalan Pasaman 2 Perumnas Siteba terkejut dan keluar rumah.

Bahkan ada beberapa warga yang baru pulang menunaikan salat Subuh di Masjid Al-Hijriyah dekat tempat itu juga mengaku merasakan guncangan gempa.

Baca Juga

"Cukup kuat juga gempa itu saya dan para jemaah Masjid rasakan di saat salat Subuh itu, tapi saya dan lainnya tetap lanjutkan salah hingga selesai," kata salah seorang jemaah masjid yang tinggal di Jalan Agam 1.

Lain pula yang dikatakan Ni Sol (53), warga Jalan Pasaman 2. Dia dan beberapa warga sekitar sempat keluar rumah saat gempa terjadi.

"Saya lagi masak kue untuk dagangan di hari Rabu ini saat gempa terjadi. Merasa gempanya kuat saya langsung lari keluar rumah, dan melihat sudah ada juga tetangga berdiri di luar rumah," kata Sol.

Dua Kali Gempa

Sementara, informasi yang dikeluarkan BMKG di situs mereka mecatat gempa pada Rabu (19/8) Subuh itu terjadi sebanyak dua kali.

Gempa pertama terjadi pada pukul 05.23.56 WIB dengan magnitudo update M 6,6 dengan episenter 4,50 LS, 100,91 BT dilaut pada jarak 169 km arah Baratdaya Bengkulu kedalaman 24 km.

Sementara itu gempa kedua terjadi pada pukul 05.29.35 WIB dengan magnitudo update M 6,7 dengan episenter 3,74 LS dan 101,56 BT di laut pada jarak 78 km arah Baratdaya Bengkulu Utara dengan kedalaman 86 Km.

Guncangan kuat dilaporkan terjadi di Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, Kepahiang dalam skala intensitas IV MMI.

Selanjutnya gempa dirasakan juga di Bengkulu Selatan, Kaur, Curup, Lebong dalam skala intensitas III MMI, serta di Lubuk Linggau dalam skala intensitas II-III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, dengan dislokasi batuan terjadi pada segmen Megathrust Mentawai-Pagai dengan mekanisme sumber sesar naik.

Komentar