Oknum Security Kompleks Perumahan Habisi Dua Warga Luki

Metro-1719 hit 08-09-2020 19:03
Asmardi, pelaku penganiayaan yang membuat dua korbannya tewas jalani pemeriksaan di Mapolsek Luki, Selasa (8/9). (Dok : Istimewa)
Asmardi, pelaku penganiayaan yang membuat dua korbannya tewas jalani pemeriksaan di Mapolsek Luki, Selasa (8/9). (Dok : Istimewa)

Penulis: Can | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Tersulut emosi karena dirinya dimaki-maki dan diajak duel, seorang security di salah satu komplek perumahan kawasan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Asmardi (40) menghabisi nyawa dua orang lawannya menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pisau.

Kejadian berdarah ini terjadi di depan pos Satpam komplek perumahan tersebut, Selasa dini hari (8/9) sekitar pukul 02.00 WIB.

Dua korban yang tewas ditangan pelaku masing-masing berinisial AJP (38), dan IN (55) yang berstatus paman dan keponakan. Dan merupakan warga Rimbo Data, RT 003 RW 001, Kelurahan, Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang.

Baca Juga

Kapolsek Lubuk Kilangan (Luki), AKP Edriyan Wiguna mengatakan, kejadian berawal ketika ibu dari korban AJP, yakni DR dapat informasi anaknya terlibat perkelahian di depan Pos Satpam komplek perumahan mewah itu.

Ibu korban kemudian pergi ke lokasi dan menemukan anak beserta adiknya IN dalam keadaan tergeletak bersimbah darah.

'Melihat kejadian tersebut DR memberitahukan kepada anggota keluarga lainnya yang selanjutnya salah seorang keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuk Kilangan," ujar AKP Edriyan Wiguna.

Polisi dari Polsek Lubuk Kilangan beserta petugas dari SPKT Polresta Padang, sebut Edriyan, datang ke lokasi kejadian dan membawa korban ke rumah sakit Bhayangkara.

"Pada saat di TKP kondisi Pos Satpam dalam keadaan kosong, personel Polsek Luki berusaha mencari saksi dan akhirnya ditemukan saksi berinisial DD yang juga merupakan security perumahan tempat pelaku bekerja, yang sedang berada di dalam komplek.

"Setelah diminta keterangan terhadap saksi, diketahui pelaku penganiayaan merupakan salah seorang security komplek perumahan itu bernama Asmardi yang merupakan security di komplek itu," terang Edriyan lagi.

Dirinya menambahkan dari kejadian itu, kedua korban dinyatakan tewas di tempat setelah mendapatkan beberapa luka tusukan di bagian dada dan punggung.

"Korban selanjutnya kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi," jelas Edriyan.

Kepolsek ini menerangkan, pelaku merupakan warga Jalan Binuang, RT 001 RW 002, Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh Kota Padang.

Mengetahui identitas pelaku, sambung Edriyan, personel gabungan Timah 3, jajaran 4.2 Polsek Padang Timur dan Personil Polsek Luki melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku, dengan mendatangi rumah orang tua pelaku dan rumah mertuanya, namun pelaku tidak ada di rumah.

"Beruntung disaat beberapa anggota berusaha meyakinkan kedua orang tua pelaku, untuk membujuk pelaku menyerahkan diri, secara tiba-tiba pelaku menelepon salah seorang keluarganya yang menyatakan akan menyerahkan diri dan menyatakan dia saat itu sedang berada di Bukittinggi," sebut Edriyan Wiguna.

Melalui sambungan telepon itu, terang Edriyan, pelaku meminta kepada pihak keluarga untuk menjemputnya di Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

"Mendapatkan tempat tersebut Personil Polsek Luki beserta keluarga bergerak menuju lokasi yang telah disebutkan pelaku, Selasa pagi (8/9)," ujar Edriyan.

Ketika pelaku turun dari angkutan umum, langsung masuk ke dalam mobil keluarga yang telah menunggunya bersama anggota dan selanjutnya dibawa ke Polsek Luki pada Selasa pagi itu.

Menurut keterangan pelaku kepada polisi, jelas Edriyan, tindakan yang dibuat pelaku karena kehilangan kesabaran terhadap korban. Sebab korban memaki-maki pelaku dan memecahkan kaca pos security tempat pelaku berkerja. Tidak hanya itu, korban pun mengajak pelaku berduel.

Masih pengakuan pelaku, tambahnya, dalam duel tersebut pelaku mengaku mendapatkan sajam dari korban yang mengeluakannya saat duel itu.

Dan pelaku berhasil merebut sajam tersebut lalu digunakan menusuk tubuh dua korban beberapa kali.

"Hingga akhirnya keponakan dan paman itu tergeletak bersimbah darah dan akhirnya meninggalkan di TKP," jelas Edriyan.

Namun sambung Kapolsek ini, petugas yang melakukan olah TKP tidak menemukan barang bukti sajam yang digunakan, sebab pelaku mengatakan sajam itu dibuangnya di sekitar lokasi kejadian.

Namun, tukas Edriyan, polisi tidak begitu percaya, buktinya setelah dilakukan pendalaman, akhirnya terkuak, sajam yang sebelumnya disebutkan pelaku milik korban, nyatanya sajam itu merupakan milik pelaku.

"Pengakuan pelaku, sajam itu selalu Ia bawa setiap bepergian sebagai alat jaga diri. Ia juga menyebutkan sajam tersebut telah dibuang saat dirinya berada di Bukittinggi," pungkas Edriyan Wiguna.

Komentar