Polda Sumbar SP3-kan Kasus SMS

Metro-495 hit 17-09-2020 09:24
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto. (Dok : Istimewa)
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto. (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala -- Sempat 11 bulan ditangani pihak penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), akhirnya Polda Sumbar menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) untuk kasus air mineral kemasan merk SMS milik PT Agrimitra Utama Persada.

Penghentian penyidikan kasus air mineral kemasan SMS dari Polda Sumbar itu dibenarkan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto ketika dihubungi Arunala.com di Padang, Rabu malam (16/9).

"Kasus ini sudah dihentikan penyidiknya," kata Satake.

Baca Juga

Menurut dia, penghentian penyidikan itu karena dari hasil gelar perkara, tidak ada bukti pemalsuan yang dilakukan perusahaan itu.

"Bahkan dari koordinasi dengan pihak kejaksaan juga tidak memenuhi unsur pidana, sehingga kasusnya dihentikan. Dan apabila ada bukti baru, kasus ini bisa dibuka lagi," ujar Satake lagi.

Dia menambahkan, keputusan penghentian kasus air kemasan SMS ini telah disampaikan pada pimpinan PT Agrimitra Utama Persada, Soehinto Sadikin soal penghentian penyidikan melalui surat bernomor B/94/IX/RES.2.1/2020/Ditreskrimsus perihal pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan kepada Soehinto Sadikin.

Satake menjelasnya, dalam surat Ditreskrimsus itu, sesuai pasal 114 Jo Pasal 100 ayat 2 UU RI 18 tahun 2012 tentang Pangan dan pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen terhadap perkara tidak memenuhi unsur pasal yang dipersangkakan atas perkara dihentikan atau SP3.

"Jadi perkara tersebut dihentikan,"ungkap Satake.

Sebelumnya Polda Sumbar pada November 2019 mengungkap kasus dugaan pemalsuan label air kemasan merk SMS. Label tertulis air berasal dari Gunung Singgalang, namun setelah diselidiki ternyata sumber air mereka dari PDAM Kabupaten Padang Pariaman yang berasal aliran air Lubuk Bonta.

Polda Sumbar saat itu juga sempat melakukan penyegelan pabrik air kemasan milik PT Agrimitra Utama Persada di Padang Pariaman, dan gudang penyimpanannya di Kota Padang. Barang bukti yang disegel dari pabrik yakni pipa yang terhubung ke PDAM.

Kemudian gudang SMS di kawasan Pondok, Padang Barat, berupa galon air sebanyak 1.720 galon, kemudian kemasan isi 1.500 mililiter sebanyak 480 dus serta air kemasan 600 mililiter sebanyak 1.372 dus dan isi 330 mililiter sebanyak 545 dus.

Dalam kasus tersebut Ditreskrimsus Polda Sumbar menahan Soehinto Sadikin, pemilik dari perusahaan air kemasan merk SMS itu.

Komentar