Penumpang di BIM Diedukasi Protokol Kesehatan

Metro-105 hit 18-09-2020 17:53
Petugas Bandara BIM dan petugas keamanan membagikan masker dan sarung tangan kepada calon penumpang pesawat di BIM, Jumat (18/9). (Foto : Amz)
Petugas Bandara BIM dan petugas keamanan membagikan masker dan sarung tangan kepada calon penumpang pesawat di BIM, Jumat (18/9). (Foto : Amz)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang Pariaman, Arunala - Operator Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yakni PT Angkasa Pura II Cabang BIM dan Otoritas Bandara (Otban) Wilayah VI Padang menggelar kampanye Safety & Healthy di bandara tersebut, Jumat (18/9).

Awal kegiatan dilakukan dengan pembagian masker, hand sanitizer, faceshiel, dan sarung tangan kepada para calon penumpang di BIM.

Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah VI Padang, Agus Subagio menyatakan kampanye Safety & Healthy diadakan dalam rangka peringatan Hari Perhubungan.

Baca Juga

Untuk itu berbagai pihak yang berhubungan dengan sektor transportasi melakukan berbagai sosialisasi keselamatan dan kesehatan terlebih di masa pandemi Covid-19.

"Khusus di sektor transportasi udara, maka BIM jadi perhatian kami dari Otban penting memberikan edukasi bagi para penumpang tentang penerapan protokol kesehatan," kata Agus Subagio kepada wartawan dalam jumpa pers terkait kampanye Safety & Healthy di BIM.

Apalagi, jelas Agus, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sudah punya Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang menekankan pelaksanaannya pada penerapan protokol kesehatan secara ketat.

"Tidak itu saja, pada Perda AKB ini juga diiringi sanksi denda, kurungan bahkan kerja sosial bagi yang mengabaikan Perda ini. Menurut saya itu cukup bagus," sebut Agus Subagio lagi.

Dia menganggap ini sebagai suatu proses baru bagi masyarakat untuk membiasakan diri dengan protokol kesehatan. Misalnya harus pakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak.

"Yang sebelumnya hal itu tidak biasa bagi kita, nyatanya harus dibiasakan saat ini," kata Agus.

Dirinya juga minta dukungan media agar menginformasikan bila di BIM sudah ada fasilitas swab gratis bagi penumpang yang datang.

"Tolong kawan-kawan media mengonfirmasikan ini, tujuannya agar kami di bandara bisa mendeteksi dan mencegah secara cepat penyebaran Covid-19 di Bandara BIM ini," tukasnya Agus.

Dia juga menerangkan, dalam dunia penerbangan memang sudah ada SOP dengan menerapkan prinsip 3S yakni Safety, Security, dan Services.

"Namun prinsip itu ditambah satu lagi sehingga menjadi 3S+1C dalam penerbangan yaitu Safety, Security, Services dan Compliance (kepatuhan pada aturan yang berlaku),jangan abaikan hal itu," tegas Agus.

Hal ini sebut dia bertujuan untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan terhadap penumpang terus ditingkatkan terlebih di saat pandemi ini.

Dia menganggap ini sebagai suatu proses baru bagi kita, soalnya harus mengikuti kebiasaan baru bagi kita. Yang sebelumnya tidak biasa, nyatanya harus dibiasakan.

Executive General Manager PT AP II (Persero) BIM, Yos Suwagiyono menyampaikane semua yang ada di bandara baik petugas maupun peralatannya dijamin dalam keadaan healthy.

Dirinya juga mengklaim pihaknya tengah mengembangkan konsep komunikasi tanpa bertemu dan pembayaran tanpa uang.

"Pembaruan ini terus dilakukan, yang ada saat ini terus dikembangkan dan dilakukan sebagai langkah mengantisipasi keramaian. Selain bisa beli tiket secara online, saat ini bisa juga check in secara online," kata Yos.

Menyinggung swab gratis di BIM, Yos mengaku satu-satunya Bandara yang berikan swab gratis di Indonesia hanyalah di BIM.

"Ini berkat dukungan Pemprov Sumbar dan pihak lainnya yang tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19 di Sumbar," pungkas Yos Suwagiono.

Komentar