Penetapan Paslon Dilakukan Secara Tertutup

Metro-202 hit 21-09-2020 12:47
Anggota KPU Sumbar Izwaryani saat memaparkan beberapa aturan terkait pelaksanaan pilkada 2020 di Sumbar, di Padang, Senin (21/9). (Foto : Amz)
Anggota KPU Sumbar Izwaryani saat memaparkan beberapa aturan terkait pelaksanaan pilkada 2020 di Sumbar, di Padang, Senin (21/9). (Foto : Amz)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Pada Pilkada serentak 2020 ini, ada beberapa tahapan pelaksanaan yang alami perubahan di banding pada Pilkada 2015 lalu.

Salah satu tahapan yang berubah yang dilakukan KPU itu adalah proses penetapan pasang calon (Paslon).

"Untuk tahapan penetapan calon pilkada 2020 baik gubernur, bupati dan wali kota yang akan dilakukan KPU pada Rabu (23/9), dilakukan secara tertutup. Ini berbeda dengan pelaksanaan pilkada 2015 lalu yang dilakukan dalam rapat pleno terbuka," kata Anggota KPU Sumbar Izwaryani saat sosialisasi penerapan protokoler kesehatan dalam penyelenggaraan Pilkada, di Hotel Grand Zuri Padang, Senin (21/9).

Baca Juga

Pada penetapan Paslon itu, jelas Izwaryani, orang yang hadir akan dibatasi, yaitu para komisioner dan sekretaris, lalu paslon. Kemudian tim kampanye dan saksi dari parpol pengusung yang hanya dihadiri dua orang saja. Kemudian satu orang penghubung dari masing-masing paslon.

Yang jadi pertanyaan, sebut dia, bila mana Paslon itu diusung oleh tiga parpol atau lebih. Maka yang akan hadir pada penetapan calon itu tetap dua orang.

"Jadi diserahkan pada parpol pendukung itu siapa yang akan mereka tunjuk untuk hadir saat penetapan calon nanti," ujar Izwaryani lagi.

Sedangkan pada tahapan pengundian nomor urut paslon, Izwaryani menerangkan penerapannya tidak jauh beda dari tahapan penetapan paslon.

Kemudian pada tahapan pemungutan suara nanti di TPS, Izwaryani menyebutkan pemilih diminta untuk bisa menekan nafsu untuk tidak kontak fisik antar pemilih maupun dengan paslon.

"Ini semata-mata untuk menghindari tidak terjadinya penyebaran Covid di saat tahapan itu. Sejalan dengan itu kami dari penyelenggaran akan memperketat penerapan protokol kesehatan di TPS itu," pungkas Izwaryani.

Komentar