Waspadai Titik Penyebaran Covid-19 yang Baru Saat Pilkada

Metro-196 hit 26-09-2020 10:42
Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr dr Andani Eka Putra. (Dok : Istimewa)
Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr dr Andani Eka Putra. (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Para calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang maju Pilgub nanti di masa pandemi ini diminta bisa menginformasikan kepada tim pemenangannya tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

Permintaan ini disampaikan Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang Dr dr Andani Eka Putra dalam Sosialisasi Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar 2020 dengan Penerapan Protokol Kesehatan di Grand Zuri Hotel, Jumat (25/9).

"Dengan ikutnya para calon menginformasikan atau mensosialisasikan protokol kesehatan itu kepada tim kampanye atau tim pemenangan masing-masing supaya mereka aman dari virus ini. Selain itu kita mudah mengontrolnya," terang Andani.

Baca Juga

Alasan Andani minta hal itu cukup beralasan, karena di Sumbar saat ini terjadi peningkatan drastis kasus Covid-19.

"Kita sudah lakukan upaya perlambatan dari penyebaran kasus Covid, tetapi tetap meningkat. Dari mulai angka positif di Sumbar di bawah angka 1 persen di akhir Juni 2020, tapi hingga saat ini meningkat kasus positif ini hampir mencapai 5 persen," kata Andani.

Sementara, lanjutnya, batas toleransi yang ditetapkan WHO untuk kasus positive rate Covid-19 itu diangka 5 persen.

Untuk itu, dirinya berharap jangan sampai Pilkada ini bakal menjadi salah satu titik penyebaran Covid-19.

"Ini sangat berbahaya sekali, kalau kita sayang dengan masyarakat kita, maka secara bersama-sama pula kita harus mencegah penularan virus itu," pinta Andani.

Dia juga mengingatkan, jika terjadi lonjakan korban maka rumah sakit di daerah tidak akan siap menampungnya.

Beban rumah sakit menjadi sangat besar dan semua pasien berkemungkinan dirujuk ke RSUP dr M Djamil, Padang.

"Risiko kedua kalau kasus meningkat terus, maka yang isolasi makin bertambah terus," tukas dia

Hal lainnya, Andani juga menerangkan salah satu cara menekan penyebaran Covid-19 itu diantarnya dengan membiasakan diri dengan 3M (pakai masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak), dan tambah 1M lagi yakni mandi setelah pulang dari keramaian.

"Kenapa harus begitu, karena pakai adalah tempat paling nyaman untuk penularan virus," jelas Andani.

Itu artinya apa, tanya Andani, kita patuh terhadap protokol kesehatan.

Kemudian langkah lain yang dilakukan Andani bersama tim labor-nya yakni meningkatkan kapasitas pemeriksaan atau angka testing rate.

"Awalnya dari angka 2.500 sampai 3.000 sampel, menjadi 4.000 sampai 5.000 sampel setiap harinya. Bahkan laboratorium kami juga sudah pernah menyentuh rekor 5.300 sampel dalam satu hari," sebut Andani.

Selain penambahan angka testing rate, pihaknya juga berusaha mempercepat waktu penyelesaian pemeriksaan dengan target selesai dalam 48 jam.

Hal ini juga sudah diusahakan saat pemeriksaan tes swab calon gubernur dan wakil gubernur yang dapat diketahui hasilnya dalam 12 jam.

"Jadi ini upaya kita dalam menyukseskan pilkada di Sumbar. Karena kalau tidak ada testing dari kita, rumah sakit tidak mau memeriksa, rumah sakit juga tidak mau lama-lama," kata Andani.

Komentar