Senin Siang Dua Gempa Tektonik Guncang Mentawai

Metro-71 hit 19-10-2020 16:40
Ilustrasi
Ilustrasi

Penulis: Can

Padang, Arunala -- Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) alami dua kali gempa tektonik, Senin siang (19/10).

Kejadian dua kali gempabumi yang terjadi di perairan Mentawai itu terjadi tidak lama berselang. Gempa pertama terjadi pukul 14.31 WIB, sedangkan gempa kedua terjadi sekitar pukul 14.47 WIB.

Berdasarkan keterangan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono melalui keterangan tertulisnya di terima Arunala.com , Senin (19/10), menyebutkan gempa terjadi di wilayah Pagai Selatan.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,6 dan M=5,7. Episenter terletak pada koordinat 3,36 LS - 100,29 BT dan 3,31 LS -- 100,40 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak sekitar 33 km arah Barat Daya Pulau Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada kedalaman 13 km dan 17 km," tulis Rahmat.

Ratmat menerangkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," jelasnya.

Kedua gempabumi ini, sebut Rahmat, dirasakan di daerah Padang, Painan, Mentawai, Mukomuko II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Kota Bengkulu, Kepahiang, Bengkulu Utara I-II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini, lanjutnya belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI," terang Rahmat.

Dia menuliskan, sejak 10 - 19 Oktober 2020 pukul 14.47.22 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi sembilan kali aktivitas gempabumi dengan magnitudo di atas M=5,0 di Pagai selatan.

Menilik dari hasil monitoring BMKG itu, Rahmat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg," tulis Ratmat.

Komentar