Prosesi Pengayoman Pasir Jadi Bagian dari Budaya

Metro-32 hit 22-10-2020 20:35
Cawabup Pessel Hamdanus saat membuka prosesi budaya pengayoman pasir (do'a dan tahlil)  di Nagari Muaro Kandis, Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kamis (22/10). (Foto : Rio)
Cawabup Pessel Hamdanus saat membuka prosesi budaya pengayoman pasir (do'a dan tahlil) di Nagari Muaro Kandis, Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kamis (22/10). (Foto : Rio)

Penulis: Snm

Pessel, Arunala - Calon Wakil Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Hamdanus membuka acara pengayoman pasir (do'a dan tahlil) di Nagari Muaro Kandis, Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kamis (22/10).

Prosesi pengayoman pasir yang diadakan di nagari itu jadi perhatian khusus bagi Hamdanus, mengingat satu dari beberapa konsep pembangunan Pessel kedepan yang dibuatnya, menyangkut kebudayaan.

"Saya mengapresiasi prosesi budaya pengayoman pasir ( do'a dan tahlil yang diadakan masyarakat Nagari Muaro Kandis, Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti ini," kata Hamdanus kepada media di sela-sela acara hari itu.

Baca Juga

Dikatakan Hamdanus, sesuai surat Q.S.Al - A'raaf, Ayat 96 yang tafsirannya berbunyi "Sekirahnya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa, pasti akan kami bukakan kepada mereka pintu keberkahan dari langit dan bumi".

"Jadi prosesi budaya pengayoman pasir ini sebagai ungkapan terima kasih serta pengharapan masyarakat setempat kepada Yang Maha Kuasa," ungkap calon wakil bupati yang diusung tiga partai politik besar di Pessel yakni NasDem, PKS dan Demokrat itu.

Dia juga meminta pada masyarakat setempat untuk tingkatkan iman dan taqwa, dengan harapan pintu rezeki makin dibukakan oleh Allah SWT.

"Konsep kebudayaan yang dimiliki masyarakat Pessel, khususnya yang ada di Nagari Muaro Kandis nantinya bisa diselaraskan konsep pembangunan mental atau iman dan taqwa," kata Hamdanus.

Komentar