Uji Adrenalin di Jalur Lubuk Nyarai Kawasan Lubuk Alung

Wisata-323 hit 28-10-2020 10:06
Jalur alami menuju tempat pemandian Lubuak Nyarai, yang berada di Dusun Gamaran, Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar. (Foto : zil)
Jalur alami menuju tempat pemandian Lubuak Nyarai, yang berada di Dusun Gamaran, Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar. (Foto : zil)

Penulis: Arzil

Padangpariaman, Arunala - Bagi penggemar wisata tracking, ada baiknya mencoba jalur alami menuju tempat pemandian Lubuak Nyarai, yang berada di Dusun Gamaran, Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar.

Lokasi wisata yang memiliki air terjun yang cukup menawan ini memberikan sensasi perjalanan wisata yang penuh petualangan. Untuk sampai di lokasi saja, butuh jarak tempuh hingga dua atau tiga jam dengan berjalan kaki.

Rute perjalanan menuju lokasi air terjun Lubuk Nyarai pun dirasa cukup menantang. Ini di awali dengan melewati persawahan warga, setelah itu menyusuri jalan setapak yang berada di sisi kiri sungai.

Baca Juga

Tanjakan dan turunan bakal sering ditemui sepanjang jalan setapak menuju lokasi. Tak jarang pula kita harus melewati rimbunan pohon dan akar-akar tumbuhan. Bila terasa penat, ada beberapa spot untuk kita istirahat sejenak, termasuk di kawasan beberapa aliran sungai kecil yang ada di sepanjang rute itu.

Sensasi alam inilah yang justru menarik minat banyak pengunjung yang datang, tidak terkecuali pegiat alam bebas dari Bundaran Adventure Padang dan KPA Kipala Lubuk Alung yang berjumlah hampir 40 orang ingin mencoba menjajaki trek alami menuju Lubuk Nyarai itu, pada Minggu (25/10) kemarin.

Berbekal ingin menjajal seperti apa rute tempat wisata Lubuk Nyarai itu, satu persatu anggota dari dua kelompok pegiat alam bebas ini mulai melangkahkan kakinya pada rute yang memang sudah dipasangi sejumlah penunjuk jalan oleh warga setempat menuju lokasi pemandian Lubuk Nyarai itu.

Jufrison, salah satu anggota rombongan saat dalam perjalanan mengakui jalur atau trek yang dibuat memang cukup menantang bahkan menguras tenaga.

Dia menyebutkan kebanyakan dari anggota rombongan yang ikut bersama dia itu miliki fisik yang sudah bisa dengan jalur treaking.

"Namun kenyataannya jalur menuju Lubuk Nyarai ini dirasa lebih menantang. Buktinya beberapa dari teman saya terpaksa sering istirahat dibuatnya," kata Jufrison ditemani Mancoaik kepada arulana.com hari itu.

Soalnya jalur yang dibuat memiliki berbagai macam ukuran kemiringan. "Belum lagi kita harus ekstra hati-hati karena jalurnya persis pinggiran aliran sungai dan juga licin," imbuh dia.

Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam lebih, akhirnya rombongan sampai di posko terakhir sebelum menyeberangi sungai.

"Memang untuk sampai ke Air Terjun Lubuk Nyarai, kita harus menyeberang sungai. Setelah itu dilanjutkan dengan jalan kaki lagi sekitar 30-40 menit lamanya ke arah hulu sungai," jelas Asrarul yang merupakan anggota KPA Kipala Lubuk Alung.

Setelah menyeberangi sungai, dan berjalan kaki lagi sekitar 30-40 menit ke arah hulu, selanjutnya pengunjung telah sampai di Air Terjun Nyarai.

Air Terjun Nyarai setinggi 8 meter dan terletak di kawasan Hutan Gamaran Salibutan Lubuk Alung itu merupakan Cagar Alam Nasional Bukit Barisan I.

Lokasi ini dikelilingi oleh pepohonan yang rindang dan bebatuan yang sangat besar. Jika diperhatikan, air yang turun dari Air Terjun Nyarai ini seperti dibendung oleh dua batu besar sebelum akhirnya masuk ke dalam kolam dengan air jernih berwarna hijau.

"Di dalam kolam tersebut, banyak terdapat ikan yang bisa dipancing atau ditangkap. Di atas kolam juga bergelantungan akar pohon yang bisa dijadikan ayunan," kata Asrarul sambil mengucapkan Salam Lestari!.

Komentar