Seorang Oknum Wali Nagari di Pasbar jadi Tersangka

Metro-249 hit 03-11-2020 20:48
Diduga Lakukan Pidana Pemilihan Seorang Oknum Wali Nagari di Pasbar jadi Tersangka
Diduga Lakukan Pidana Pemilihan Seorang Oknum Wali Nagari di Pasbar jadi Tersangka

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala -- Seorang oknum wali nagari di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), inisial "Z" kini berurusan dengan pihak Kejaksaan Negeri setempat. Dia ditenggarai oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) kabupaten itu, lakukan pelanggaran pidana pemilihan.

Kepastian dilimpahkannya berkas oknum wali nagari itu ke Kejaksaan Negeri Pasbar disampaikan Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Efitrimen kepada Arunala.com di sela-sela acara Rakor Kehumasan Bawaslu se-Sumbar, di Hotel Grand Zuri Padang, Selasa (3/11).

"Bawaslu Sumbar telah menerima laporan, ada seorang oknum wali nagari di Pasbar, ditetapkan jadi tersangka oleh Gakkumdu setempat dalam kasus dugaan pelanggaran pemilihan pada Pilkada 2020 ini," kata Surya Efitrimen.

Baca Juga

Tadi siang (Selasa,red), jelas dia, tersangka dan barang bukti telah dilimpahkan Gakkumdu ke Kejari.

"Dari pemeriksaan tim Gakkumdu, wali nagari ini mendukung salah satu pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati di kabupaten itu,"jelas Surya Efitrimen lagi.

Dihubungi terpisah, Divisi Hukum Penanganan Pelanggaran dan Sangketa Bawaslu Pasbar Beldia Putra membenarkan Gakkumdu Pasbar telah menyerahkan "Z" sebagai tersangka dan barang bukti kasus dugaan pidana pemiliham.

"Berkas dinyatakan lengkap, tersangka dan barang bukti telah diserahkan Gakkumdu ke Kejari di kabupaten ini," kata Beldia

Kronologis disampaikan Beldia, saat itu ada salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati Pasbar lakukan kampanye, tatap muka dan dialog di salah satu rumah warga, kemudian oknum wali nagari ini hadir di tempat kampanye paslon itu.

"Kemudian dia (wali nagari,red) beri kata sambutan, dalam kata sambutannya itu ada narasi, disitu dia mengajak peserta yang hadir dalam kampanye tatap muka itu untuk memilih atau mencoblos nomor urut paslon yang kampanye pada saat itu," sebut Beldia.

Dia juga menyebutkan, Bawaslu Pasbar juga menemukan pelanggaran lainnya yakni menyangkut netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ada sebanyak empat pelanggaran menyangkut netralitas ASN yang laporannya sudah kami teruskan ke Komisi ASN. Pihak ini nantinya yang akan memberi sanksinya seperti apa kepada empat ASN itu," kata Beldia Putra.

Komentar