Sadis, Paman dan Tante Habisi Ponakan Sendiri

Metro-138 hit 06-11-2020 22:38
Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Pessel, serta Polsek Ranah Pesisir berhasil menangkap dua pelaku yang diduga pembunuhan ponakan, Jumat (6/11). (Foto : Rio)
Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Pessel, serta Polsek Ranah Pesisir berhasil menangkap dua pelaku yang diduga pembunuhan ponakan, Jumat (6/11). (Foto : Rio)

Penulis: Snm

Pessel, Arunala -- Dalang dibalik pelaku pembunuhan seorang remaja laki-laki berinisial "SA" (16) di Kampung Pasir Harapan, Nagari Sungai Tunu Barat, Kecamatan Ranah Pesisir, Pesisir Selatan (Pessel), berhasil diungkap Jajaran Polsek Ranah Pesisir bersama Satreskrim Polres Pessel.

Hasil penyelidkan polisi, pelaku diketahui merupakan paman dan tante korban masing-masing 'RY" (30) dan "EY" (39). Kini keduanys sudah ditahan Polres Pessel.

Kasat Reskrim Polres Pessel, AKP Allan Budi Kusumah Katinusa kepada wartawan di Painan, Jumat (6/11) menyebutkan proses penyelidikan dilakukan berawal seletah adanya peristiwa penemuan sesosok mayat remaja laki-laki yang menghebohkan warga di Kampung Pasir Harapan itu, Kamis (5/11).

Baca Juga

"Begitu ada informasi penemuan sesosok mayat, kami langsung bentuk tim bersama jajaran Polsek Ranah Pesisir untuk lakukan penyelidikan," kata Allan.

Dari keterangan saksi-saksi yang kami korek informasinya, katanya, untuk sementara pelaku pembunuhan mengarah pada "RY" yang tidak lain paman dari korban tersebut.

Langkah selanjutnya, jelas Kasat Reskrim ini, terduga pelaku "RY" itu berhasil ditangkap di rumahnya.

"Nyatanya setelah melakukan pendalaman kasus ini terhadap "RY" terungkap dia lah yang menghabisi ponakannya itu. Aksi sadis itu dilakukan pelaku bersama "EY" yang tidak lain juga tante dari korban," tukas Allan.

Allan menyebutkan, dari keterangan pelaku "RY", aksi pembunuhan yang terjadi Kamis (5/11) dini hari itu, berawal saat korban

"SA" pulang ke rumah sesusai bermain, dan selanjutnya korban langsung tidur di ruang tamu dengan menggunakan sehelai tikar.

"Merasa pelaku tidak menghargai pelaku sebagai paman, karena melihat korban tidur di ruang tamu rumah dengan menggunakan sehelai tikar, membuat pelaku tersinggung," tukas Allan.

Selanjutnya, sambung dia, pelaku lalu mengambil parang yang ada di dalam rumah pelaku, kemudian membacok dan menghabisi korban.

Usai melaksanakan aksinya, pelaku "SY" dan "EY" kemudian menyeret korban ke arah semak-semak yang sekitar 200 meter di belakang rumah korban.

"Selain menahan dua pelaku itu, kami juga mendapatkan barang bukti dari kejahatan mereka berupa dua bilah parang sepanjang 50 cm," jelas Allan.

Juga diuraikan Allan, barang bukti lainnya yang disita dari pelaku yakni celana jens milik, dua unit Handpone merek Hammer dan Mito milik pelaku, satu bekas bungkus makan yang digunakan pelaku utk membersih darah di leher korban ada bekas sisa darah, baju dan celana yang dipakai pelaku EY saat lakukan kejahatan, satu helai selimut yang dipakai korban pada saat tidur dan satu lembar tikar plastik yang digunakan korban sewaktu tidur.

"Untuk saat ini pelaku sudah kami tahan Polres untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut apa motif sebenarnya dari pembunuhan yang dilakukan dua pelaku itu. Adapun pasal pidana yang disangkakan kepada pelaku yakni pasal 338 dan 340 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup," kata Allan.

Komentar