Yanuk: Desain Sudah Disetujui Masing-masing Tim Paslon

Metro-302 hit 10-11-2020 13:10
Ketua KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani saat diwawancari wartawan terkait baliho Paslon Cagub dan Cawagub Sumbar, Senin (9/11). (Foto : Arzil)
Ketua KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani saat diwawancari wartawan terkait baliho Paslon Cagub dan Cawagub Sumbar, Senin (9/11). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala -- Persoalan adanya baliho pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang jadi sorotan sejumlah warga karena ada tanda gambar paku yang mencolok di salah satu paslon di baliho itu, ditanggapi KPU Sumbar.

Bahkan KPU mengaku persoalan baliho yang disorot warga itu juga sudah menjadi pembicaraan KPU Sumbar.

"Untuk langkah kami selanjutnya, tentu ada mekanismenya, karena kemarin kami melakukan pengadaan alat peraga kampanye (APK), dan bahan kampanye yang difasilitasi KPU, kan melalui mekanisme rapat," kata Ketua KPU Sumbar yang baru Yanuk Sri Mulyani saat diwawancari Arunala.com di KPU Sumbar, Senin sore (9/11).

Baca Juga

Jadi kemarin, lanjut dia, untuk desain-desain yang berasal dari pasangan calon (paslon) ditetapkan dan ditandatangani sama mereka, kemudian difasilitasi KPU.

Dan ternyata, jelas dia, memang seperti apa yang disampaikan kawan-kawan media bahwa ada baliho yang difasilitasi oleh KPU itu seolah-olah mengarahkan.

"Ini untuk mekanisme semacam itu, akan kami bahas di dalam rapat lagi terkait persoalan itu (baliho) dan kami sudah agendakan kapan rapat itu akan kami lakukan," sebut Yanuk.

Saat ditanya apakah baliho paslon cagub dan cawagub yang difasilitasi KPU itu apakah semuanya dicetak seperti baliho yang dipertanyakan warga atau hanya sebagian saja dari total baliho yang dicetak?

Untuk hal ini, Yanuk menjelaskan baliho yang difasilitasi KPU itu, desainnya dari paslon/tim paslon masing-masing yang kemudian diserahkan ke KPU.

"Kemarin, pertimbangan kami kenapa baliho itu dijadikan satu, tidak lain untuk mempertimbangkan pemasangan dari APK itu sendiri, karena kalau misalnya satu-satu kami pasang dikhawatirkan kok di titik-titik strategis di peruntukan bagi satu paslon saja. Makanya dengan pertimbangan agar supaya ada keadilan itu, untuk itu desain paslon itu disusun dan dijadikan satu," ungkap Yanuk.

Dia menyatakan, sebenarnya kalau dari desain sendiri secara substansi itu tidak ada larangan di dalam regulasi KPU. Saat kami akan mencetak baliho paslon itu, ada validasi dari semua perwakilan semua tim paslon.

"Dan itu artinya, mereka tentu sudah mengetahui ada tanda (gambar) seperti yang tercetak pada baliho paslon itu, serta mereka tidak ada komplain soal itu, dan menandatangani desain baliho itu, makanya itu menjadi dasar kami untuk mencetaknya," kata Yanuk.

Disinggung langkah apayang akan dibuat KPU Sumbar terhadap baliho paslon yang ada tanda gambar paku di salah satu paslon, Yanuk mengaku itu yang akan dibahas dalam rapat nanti.

Diperkirakan rapat KPU membahas soal baliho itu rencananya akan dilaksanakan dalam minggu ini, mengingat besok (Selasa, red) kami ada agenda sosialiasi di luar daerah," tutup Yanuk Sri Mulyani. (zil)

Komentar