Polda Sumbar Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Metro-113 hit 10-11-2020 18:49
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, saat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada pekerja bengkel radiator di Jalan By Pass, Kuranji, Senin, (9/11) siang.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, saat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada pekerja bengkel radiator di Jalan By Pass, Kuranji, Senin, (9/11) siang.

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Polisi daerah (Polda) Sumbar terus memberi perhatiannya kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Melalui Kabid Humasnya Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada pekerja bengkel radiator, DR Radiator, di Jalan By Pass, Kuranji, Senin (9/11) siang.

"Bantuan tersebut dibagikan kepada masyarakat yang terdampak penyebaran Covid-19, seperti pekerja bengkel servis radiator," kata Satake Bayu usai menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Baca Juga

Ia melanjutkan, bantuan kemanusiaan yang disalurkan tersebut berupa sembako, dan itu merupakan sumbangan atau partisipasi dari masyarakat, Polri hanya menyalurkan saja.

"Artinya, dari masyarakat kembali kepada masyakat. Kita berharap dengan disalurkannya bantuan kemanusian ini dapat meringankan beban yang menerimanya," ujar Satake Bayu.

Masih kata Satake, Polri selalu peduli dalam penanganan Covid-19, bekerja sama dengan TNI. Sinergi ini akan semakin kuat apabila didukung oleh masyarakat Sumbar.

"Selama pandemi Covid-19 ini, Polri dalam hal ini Polda Sumbar serta Polres jajaran sudah sering menyalurkan bantuan kemanusian berupa Sembako, bahkan menjaga ketahanan pangan dengan membuat kampung tangguh," ujarnya.

Ia menyampaikan, di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat Sumbar diingatkan supaya selalu menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.

"Selalu memakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan, serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih dan mengonsumsi makanan yang bergizi," ungkap Satake.

Ia mengakhiri, selain menerapkan Prokes, masyarakat juga diminta mematuhi aturan pemerintah daerah, sebab diberikan sanksi jika ada yang melanggar Perda Nomor 6 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru.

"Sanksinya berupa denda hingga kurungan selama 1-2 hari. Namun, kalau bisa sanksi itu tidak terjadi dengan syarat mematuhi aturan Perda salah satunya memakai masker," pungkas Satake.

Salah seorang pekerja bengkel DR Radiator, Dodi Kurniawan, mengatakan, sangat terkejut atas bantuan sembako yang diberikan kepadanya.

"Saya tidak menduga, tiba-tiba saja ada Pak Kabid Humas datang ke bengkel, dan menyerahkan kepada saya serta teman yang lain. Terima kasih atas bantuanya," ujar Dodi.

Komentar