Takut Perbuatan Mesumnya Diungkapkan

Metro-648 hit 12-11-2020 19:11
Dua tersangka pembunuhan di Sungai Tunu Barat, yakni
Dua tersangka pembunuhan di Sungai Tunu Barat, yakni "RY" dan "EY" memperagakan aksi mereka di depan penyidik saat dilakukan rekonstruksi pembunuhan di Mapolres Pessel, Kamis (12/11). (Foto : Rio)

Penulis: Snm

Pessel, Arunala - Penyidik Satreskrim Polres Pesisir Selatan (Pessel) menggelar rekonstruksi aksi pembunuhan yang sempat menghebohkan warga Sungai Tunu Barat, Kecamatan Ranah Pesisir, Pessel beberapa hari lalu.

Rekonstruksi yang menghadirkan dua pelaku pembunuhan yakni "RY" (30) dan "EY" (39) itu digelar di Mapolres Pessel dan ikut disaksikan penyidik Kejaksaan Negeri setempat, Kamis (12/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Dalam rekontruksi pembunuhan yang dikawalan tim Opsnal Satreskrim Polres Pessel, dua pelaku memperagakan 30 adegan," ungkap Kasat Reskrim Polres Pessel Allan Budi Kusumah Katinusa, melalui KBO Reskrim Ipda Manatap Manik, pada media hari itu.

Baca Juga

Rekonstrusi yang digelar itu, sebut Manatap guna melengkapi berkas penyidikan polisi sebelum kasus pembunuhan ini dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pessel (P21).

Dikatakan Manatap, dalam rekonstrusi terungkap motif pembunuhan yang dilakukan tersangka "RY" dan "EY" terhadap keponakannya "SA" (16) pada Kamis (5/11) lalu.

"Aksi pembunuhan yang dilakukan dua tersangka, dikarenakan korban melihat kedua tersangka sedang berbuat mesum di dalam rumah. Karena takut perbuatanya disebarkan korban, maka kedua tersangka menghabisi korban menggunakan parang yang telah disiapkan tersangka di dalam rumah," jelas Manatap.

Untuk menghilangkan jejak, lanjut KBO Reskrim Polres Pessel ini, kedua tersangka membawa jasad "SA" ke semak-semak yang berada di belakang rumah tersangka.

Manatap Manik menyampaikan, dalam pemeriksaan penyidik, kedua tersangka mengakui melakukan pembunuhan terhadap "SA".

"Untuk pasal dikenakan pada tersangka, pasal 340 JO 338 dan 170 KUHAP, karena korban masih dibawah umur pada tersangka juga dikenakan pasal 80 ayat 3 Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," kata Manatap. (rio)

Komentar