IKA Unand Bantah Dukung Salah Satu Kandidat di Pilgub Sumbar

Metro-51 hit 18-11-2020 20:14
ilustrasi Pilkada Serentak 2020
ilustrasi Pilkada Serentak 2020

Penulis: Arzil

Padang, Arunala -- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Alumni (IKA) Unand mengeluarkan maklumat yang berisi pernyataan bila organisasi tersebut tidak terikat kepada organisasi politik mana pun.

Langkah ini diambil DPP IKA Unand menyusul mencuatnya kabar adanya sebuah baliho di Padang, yang diklaim salah satu kandidat didukung oleh alumni Universitas Andalas (Unand) sebagai calon Gubernur Sumbar.

Maklumat yang berisi tanda tangan Ketua Umum DPP IKA Unand, Asman Abnur, dan Sekjen, Reni Mayerni itu dikeluarkan pada Selasa (17/11) kemarin.

Baca Juga

"Apabila ada alumnus Unand atau kelompok alumni Unand yang melakukan aktivitas politiknya dalam pilkada dalam berbagai bentuk informal lainnya, hal tersebut merupakan hak dan inisiatif para alumnus secara individu dan/atau kelompok", demikian salah satu isi maklumat yang dikeluarkan DPP IKA Unand itu.

Dalam maklumat itu mereka juga melarang individu alumnus dan/atau kelompok alumni Unand yang menyalurkan aspirasi dan pilihan politiknya mengatasnamakan IKA Unand secara organisasi, menggunakan logo dan/atau nama resmi IKA Unand, dan menggunakan logo Unand. Mereka melarang hal itu sebagai bentuk penghormatan kepada independensi almamater Unand.

Mengenai baliho adanya dukungan alumni Unand kepada salah satu kandidat itu, salah seorang alumni Fakultas Hukum Unand angkatan 2009, Agung Adhitia Lingga angkat bicara. Dia mengatakan hal itu bersifat generalisir dan tidak etis untuk dilakukan oleh calon gubernur.

Menurutnya, seharunya calon gubernur harus memberikan contoh yang baik dalam berkampanye, apalagi hal itu melibatkan salah satu nama almamater pendidikan.

"Dalam hal ini saya mengimbau, mulailah jadi pemilih cerdas yang tak mudah dimobilisasi dan bebas dalam memilih. Saya juga berharap masing-masing calon juga cerdas dan bijaksana dalam menggeneralisir pilihan dan apalagi ini merupakan nama almamater yang sangat harus kita jaga. Ingin mendapat dukungan boleh, tapi tidak gini juga caranya," tuturnya. (rel)

Komentar