Normalisasi Batang Sumpur dan Sontang Mendesak

Metro-27 hit 18-11-2020 23:18
Calon Gubernur SumbarNasrul Abit, menyerap aspirasi dari masyarakat Tapus Utara, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman, Selasa (17/11). (Dok : Istimewa)
Calon Gubernur SumbarNasrul Abit, menyerap aspirasi dari masyarakat Tapus Utara, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman, Selasa (17/11). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pasaman, Arunala -- Masyarakat Pasaman yang tinggal di pinggiran sungai Batang Sumpur dan Batang Sontang minta dilakukan meminta normalisasi di dua sungai tersebut.

Pasalnya, mereka kerap dihantui kecemasan dilanda banjir yang kerap membuat dua aliran sungai ini meluap.

"Kalau air sungai itu meluap, maka pemukiman kami jadi banjir, harta benda dan lahan pertanian kami terdampak. Rumah di pinggir sungai juga terancam tergerus," kata Kepala Kampung Tapus Utara, Arfan Hasibuan saat menyampaikan keluhan warganya kepada calon Gubernur Sumbar, Nasrul Abit disela-sela safari politiknya di Nagari Panti, Kecamatan Panti dan di Tapus Utara, Nagari Padang Gelugur, Kecamatan Padang Telugur, Pasaman, Selasa (17/11) lalu.

Baca Juga

Dia mengungkapkan ancaman banjir dan penggerusan tebing terdapat di hulu sungai Batang Sontang hingga ke Beringin dan bersambung di Batang Sumpur.

Akibatnya, ribuan rumah warga dan ribuan hektare lahan persawahan terancam. Hampir setiap hujan terjadi banjir dan permukaan sungai semakin melebar dikikis banjir.

Makannya kalau Pak Nasrul Abit jadi gubernur, tolong dibantu normalisasi sungai kami," kata Arfan.

Ketika menanggapi permintaan tersebut, Nasrul Abit meminta masyarakat menyiapkan proposal normalisasi sungai agar tim dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sumbar langsung turun ke lokasi.

"Nanti biar Pak Khairuddin Simanjuntak yang mengawal. Beliau anggota DPRD Sumbar dari Pasaman," ucap Nasrul Abit.

Wakil Gubernur Sumbar yang sedang cuti pilkada itu melihat langsung kondisi sungai Batang Sontang bersama masyarakat setempat.

"Kami lihat langsung kondisi sungai. In Syaa Allah segera dilakukan normalisasi sungai agar masyarakat aman dari penggerusan dan banjir. Kalau tak bisa normalisasi, akan dibuat bronjong," kata Nasrul Abit. (rel)

Komentar